Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
R. Fanny Printi Ardi, NIM 132 0739 411
Subject
Disain Komunikasi Visual
Datestamp
2015-11-27 02:01:17
Abstract :
Permainan tradisional merupakan budaya yang dimiliki Daerah Istimewa
Yogyakarta selain tarian, dan nyanyian. Permainan tradisional juga sebagai identitas
yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Pada era sekarang sudah jarang ditemui anakanak
bermain permainan tradisional. Dibandingkan dengan permainan seperti
playstation, game tablet dan online game, permainan tradisional memiliki banyak
manfaat, mulai dari sisi psikologi, sosiologi, sportifitas, kesehatan, dan masih banyak
lainnya. Sangat disayangkan apabila warisan budaya yang baik untuk kepentingan
perkembangan anak-anak di masa depan ditinggalkan. Maka, diperlukan suatu
perancangan iklan layanan masyarakat permainan tradisional di D.I. Yogyakarta.
Metode penciptaaan menggunakan pendekatan design thinking. Metode ini
merupakan metode untuk bisa mendekatkan target audien dengan designer. Analisis
didalamnya menggunakan beberapa metode analisa, seperti 5W+1H untuk membedah
permasalahan, metode costumer journey untuk menentukan media yang tepat untuk
target audien. Pemetaan ide penciptaan menggunakan mindmapping dan konsep
berpikir triadik yang dikenalkan oleh Drs. Isd. Sumbo Tinarbuko, M.Sn.
?Anak Hilang? sebagai ide penciptaan, dan menjadi acuan untuk perancangan
iklan layanan masyarakat. Pendekatan psikologis dan sosiologis digunakan sebagai
media komunikasi penyampai pesan terhadap target audien. Isu Angeline si ?anak
hilang? cukup menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia, dan isu tersebut
diangkat sebagai tema penciptaan iklan layanan masyarakat ini. Antusiasme yang
hebat pada isu tersebut yang ingin coba diadopsi untuk perancangan ini .Visualisasivisualisasi
tentang anak hilang selalu diketengahkan dalam proses komunikasi visual.
Perancangan iklan layanan masyarakat ini memiliki nilai kebaruan berupa
komunikasi visual yang menggunakan isu-isu terkini dalam menyampaikan pesannya,
sehingga dapat dijadikan acuan bagi perancang grafis dalam menciptakan desain
komunikasi visual yang baru dan unik. Diharapkan karya-karya yang diciptakan
bukan hanya sekedar menjadi apresiasi melainkan mampu membuka cara pandang
baru dalam mewujudkan karya desain komuniksi visual lainnya.