DETAIL DOCUMENT
Gaya Tari Jaranan Pegon Di Paguyuban Joko Mbalelo Kota Kediri
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Ganing, Hoedia Damar
Subject
Pengkajian Tari 
Datestamp
2021-08-24 01:53:57 
Abstract :
GAYA TARI JARANAN PEGON DI PAGUYUBAN JOKO MBALELO KOTA KEDIRI Oleh: Hoedia Damar Ganing Email: ganingdamar08@gmail.com RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya tari Jaranan Pegon di Paguyuban Joko Mbalelo dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya tari Jaranan Pegon dalam pertunjukan kesenian rakyat Jaranan Pegon di paguyuban Joko Mbalelo yang berada di Kelurahan Pakelan Kecamatan Kota, Kota Kediri. Untuk mengulas permasalahan gaya tari, menggunakan konsep Polly Wiessner yang telah digunakan Sumaryono yang menyebutkan bahwa gaya tari dibagi menjadi 2 macam yaitu Emblemic style adalah gaya yang dimiliki sebagai identitas paguyuban tersebut, dan Assertive Style adalah gaya personal yang membawa atau mengandung informasi untuk mendukung suatu indentitas individualnya. Gaya tari tidak lepas dari sejarah perkembangan gaya-gaya dan genre-genre ini ditentukan oleh berbagai faktor pula, seperti yang dijelaskan Edi Sedyawati dalam bukunya yang berjudul Pertumbuhan Seni Pertunjukan, suatu faktor penentu yang tidak kurang pentingnya adalah daya cipta dari pihak seniman. Dalam penelitian ini faktor tersebut terdiri dari faktor internal dan eksternal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Emblemic style tari Jaranan Pegon di Paguyuban Joko Mbalelo yaitu adanya motif singget Mbaleloan sebagai ciri khas paguyuban tersebut, yang diciptakan oleh pemilik paguyuban. Teknik mengekspresikan dan ungkapan gerak tari didominasi karakteristik gaya tari Jawa Timuran, dengan gerak yang patahpatah, menggunakan tempo lombo dan rangkep, serta mengenakan gongseng di kaki sebelah kanan. Assertive Style, yang dimilki paguyuban tersebut adalah sikap penari ketika tanjak yang anteb seperti ciri khas penari STKW yang kuat gaya tari Jawa timurannya. Faktor-faktor penyebab gaya tari Jaranan Pegon di Paguyuban Joko Mbalelo antaralain: adanya faktor eksternal yang mempengaruhi berasal dari sejarah sebuah wilayah, kebudayaan, masyarakat sekitar, dan seniman muda sarjana seni lulusan STKW Surabaya dan komunitas ?&co?rek? ISI Surakarta yang bergabung dan berkontribusi di paguyuban tersebut. Faktor internal berasal dari seniman (pemilik paguyuban) yang menciptakan singget Mbaleloan, dan peran pengelola paguyuban yang mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan eksistensi paguyuban, managemen paguyuban, dan pengembangan bentuk pertunjukan maupun berbagai hasil kreativitas yang muncul dari seniman. Seperti halnya penambahan instrumen kendhang Jaipongan dan pengembangan gerakgerak gaya Jawa Timuran lainnya juga tidak lepas dari peran pengelola paguyuban. Kata Kunci: Gaya Tari, Jaranan Pegon, Faktor. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta