Abstract :
GAYA TARI JARANAN PEGON
DI PAGUYUBAN JOKO MBALELO KOTA KEDIRI
Oleh:
Hoedia Damar Ganing
Email: ganingdamar08@gmail.com
RINGKASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya tari Jaranan Pegon di
Paguyuban Joko Mbalelo dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya tari Jaranan
Pegon dalam pertunjukan kesenian rakyat Jaranan Pegon di paguyuban Joko
Mbalelo yang berada di Kelurahan Pakelan Kecamatan Kota, Kota Kediri.
Untuk mengulas permasalahan gaya tari, menggunakan konsep Polly
Wiessner yang telah digunakan Sumaryono yang menyebutkan bahwa gaya tari
dibagi menjadi 2 macam yaitu Emblemic style adalah gaya yang dimiliki sebagai
identitas paguyuban tersebut, dan Assertive Style adalah gaya personal yang
membawa atau mengandung informasi untuk mendukung suatu indentitas
individualnya. Gaya tari tidak lepas dari sejarah perkembangan gaya-gaya dan
genre-genre ini ditentukan oleh berbagai faktor pula, seperti yang dijelaskan Edi
Sedyawati dalam bukunya yang berjudul Pertumbuhan Seni Pertunjukan, suatu
faktor penentu yang tidak kurang pentingnya adalah daya cipta dari pihak
seniman. Dalam penelitian ini faktor tersebut terdiri dari faktor internal dan
eksternal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:
Emblemic style tari Jaranan Pegon di Paguyuban Joko Mbalelo yaitu
adanya motif singget Mbaleloan sebagai ciri khas paguyuban tersebut, yang
diciptakan oleh pemilik paguyuban. Teknik mengekspresikan dan ungkapan gerak
tari didominasi karakteristik gaya tari Jawa Timuran, dengan gerak yang patahpatah,
menggunakan tempo lombo dan rangkep, serta mengenakan gongseng di
kaki sebelah kanan. Assertive Style, yang dimilki paguyuban tersebut adalah sikap
penari ketika tanjak yang anteb seperti ciri khas penari STKW yang kuat gaya tari
Jawa timurannya. Faktor-faktor penyebab gaya tari Jaranan Pegon di Paguyuban
Joko Mbalelo antaralain: adanya faktor eksternal yang mempengaruhi berasal dari
sejarah sebuah wilayah, kebudayaan, masyarakat sekitar, dan seniman muda
sarjana seni lulusan STKW Surabaya dan komunitas ?&co?rek? ISI Surakarta
yang bergabung dan berkontribusi di paguyuban tersebut. Faktor internal berasal
dari seniman (pemilik paguyuban) yang menciptakan singget Mbaleloan, dan
peran pengelola paguyuban yang mengatur segala sesuatu yang berhubungan
dengan eksistensi paguyuban, managemen paguyuban, dan pengembangan bentuk
pertunjukan maupun berbagai hasil kreativitas yang muncul dari seniman. Seperti
halnya penambahan instrumen kendhang Jaipongan dan pengembangan gerakgerak
gaya Jawa Timuran lainnya juga tidak lepas dari peran pengelola
paguyuban.
Kata Kunci: Gaya Tari, Jaranan Pegon, Faktor.