Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Susandro, NIM: 1320768412
Subject
Penciptaan dan pengkajian seni
Datestamp
2015-11-27 05:43:39
Abstract :
Khususnya Kota Padang Sumatra Barat pada dekade 80-an merupakan
bagian dari dinamika teater Indonesia yang tercatat dalam beberapa
literatur dan sebagainya. Wisran Hadi tercatat sebagai peletak batu
pertama pondasi teater modern Sumatra Barat melalui naskah drama
yang beberapa kali dimenangkannya dalam sayembara-sayembara
maupun melalui karya-karya yang disutradarainya.
Pada dekade 90-an, lahirlah beberapa tokoh-tokoh muda yang kurang
lebih berkeinginan dibaca dalam posisi yang sama, tetapi dengan cara
yang berbeda. Dalam artian, kota Padang tidak memiliki Wisran saja,
tetapi masih banyak lagi individu-individu terutama di kalangan muda
memiliki semangat yang sama.
Kalau masih berpijak pada ?kata-kata? maka akan jadi ?bayangan?
Wisran saja, maka cara untuk mendapatkan posisi yang sekiranya
dapat dibaca sebagai penyambung geliat teater Sumatra Barat ialah
dengan meniadakan ?kata-kata?. Maka dari itu, membaca teater
modern tidak cukup tertuju hanya pada Wisran saja, tetapi pada
nama-nama lainnya tercatat nama Syuhendri yang cenderung
meminimkan kata (Mini Kata) sebagai pilihan bentuk karyanya.
Beranjak dari paparan di atas, maka penulis berkeinginan membaca
teater modern di Sumatra Barat pasca Wisran Hadi. Adapun tesis ini
berjudul ?Membaca Pertunjukan Teater Berjudul Negeri yang Terkubur
karya Zurmailis sutradara Syuhendri?. Perihal yang ingin diketahui
yaitu, 1) Bagaimanakah bentuk pertunjukan teater berjudul Negeri
yang Terkubur karya Zurmailis sutradara Syuhendri dan, 2) Gagasan
apa yang menjadi dasar penciptaan Syuhendri dan mengapa
menghadirkan bentuk mini kata sebagaimana yang terdapat dalam
karyanya yang berjudul Negeri yang Terkubur.