Abstract :
Judul skripsi ini yaitu Gending Candra laras slendro patet sanga kendhangan candra. Gending Candra merupakan salah satu gending yang ada sejak masa Kanjeng Susuhunan Paku Buwana I Pada Tahun 1704-1719. Sehingga ada dua versi Gending Candra yaitu gaya Yogyakarta dan gaya Surakarta. Penulis memutuskan untuk menggarap Gending Candra gaya Yogyakarta karena belum pernah disajikan dalam bentuk garap lirihan. Gending Candra diindikasikan sebagai gending garap soran karena dalam buku Raden Bekel Wulan Karahinan tertera bahwa pada bagian dhawah tabuhan ricikan demung imbal dan saron pancer.
Penulis menemukan Gending Candra pada beberapa sumber tertulis, setelah dilakukan beberapa pertimbangan maka penulis memutuskan untuk menggunakan notasi pada buku milik Ki Wedono Larasumbogo. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tafsir garap ricikan rebab dalam Gending Candra laras slendro patet sanga kendhangan candra. Dalam penelitian ini diperlukan beberapa metode dalam mendeskripsikan tafsir garap ricikan rebab Gending Candra yaitu menentukan tafsir ambah-ambahan balungan gending, tafsir patet, tafsir padhang ulihan, mendeskripsikan cengkok dan mengaplikasikan cengkok. Tahapan yang perlu dilakukan dalam menggarap gending yaitu mempersiapkan notasi balungan gending, analisis notasi balungan gending, tafsir garap, aplikasi garap, menghafal, latihan, evaluasi, uji kelayakan, dan yang terakhir penyajian.
Hasil kesimpulan dari penelitian ini yaitu Gending Candra adalah gending yang berlaras slendro patet sanga kendhangan candra. Manfaat dari hasil penelitian ini yaitu untuk melestarikan dan mendokumentasikan gending-gending Jawa terutama gaya Yogyakarta, menambah perbendaharaan garap wiledan ricikan rebab dalam gending garap lirihan gaya Yogyakarta dan memberi referensi untuk menggarap sebuah gending dari soran menjadi lirihan.