Abstract :
INTISARI
Bhava dalam konteks ini yang mengacu kepada kitab Natyasastra karya
Bharata Muni adalah membahas soal rasa atau emosi yang diterapkan pada sebuah
karya seni pertunjukan. Dalam kitab tersebut menyebutkan bahwa bhava mengacu
kepada emosi yang diungkapkan dalam ritme gerak, raut muka dan lain
sebagainya. Jadi, menurut Bharata, semua karya seni (baik drama, lukisan, karya
prosa maupun puisi) menampilkan sesuatu penggambaran yang mengekspresikan
perasaan tertentu. Ada delapan jenis bhava yang biasanya ditampilkan seniman
dalam drama, lukisan maupun prosa, dari delapan bhava yang penulis mengambil
tiga sampel yang diterapkan pada penciptaan tugas akhir ini adalah sebagai
berikut; Bhava Rati (rasa cinta), Bhava Bhaya (rasa takut) dan Bhava Jugupsa
(rasa jijik).
Metode pendekatan yang digunakan dalam penciptaan tugas akhir ini adalah
estetika dari Djelantik, ergonomi dari Pheasant dan semiotika dari Pierce.
Pemilihan tiga metode tersebut dipertimbangkan dari konsep yang diambil dan
jenis karya yang akan dibuat, yaitu sebuah karya kriya yang bersifat fungsional
berupa tas kulit yang diperuntukan kaum wanita.
Dalam proses penciptaan ini menghasilkan tiga buah tas. Masing-masing
dari karya tersebut memiliki bentuk dan motif yang berbeda satu sama lain. Tokoh
Dewa Wisnu dan ornamen bunga lotus diangkat sebagai elemen yang mewakili
bhava rati pada karya pertama, warna biru dan elemen otak mewakili bhava
jugupsa (rasa jijik) pada karya kedua dan elemen tangan-tangan sedang menjuntai
dengan kombinasi nuansa gelap mewakili bhava bhaya (rasa takut) pada karya
ketiga.