Abstract :
Tanah liat jenis earthenware dari desa Pagerjurang merupakan bahan baku
yang digunakan para perajin dalam memproduksi gerabah menggunakan putaran
miring dan pembakaran reduksi daun munggur. Ke-khasan dari produk
Pagerjurang membuat penulis tergiat untuk memanfaatkan bahan tersebut ke
dalam penciptaan karya keramik fungsional berupa teaset dengan dekorasi
agatware dan dilapisi glasir. Hal tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan
estetika dari sebuah gerabah bakaran rendah (900°C) menjadi keramik bakaran
tinggi (1165°C).
Metode yang digunakan dalam penciptaan ini dimulai dari eksplorasi
refrensi dan ide secara langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan
material, desain maupun teknik pembuatan. Dari hasil eksplorasi dilanjutkan ke
tahap perancangan desain berupa sketsa-sketsa alternatif kemudian dipilih yang
terbaik atas persetujuan dosen pembimbing dan dilanjutkan ke tahap perwujudan.
Sebelum masuk ke tahap pembentukan menggunakan teknik putar langkah
pertama yang dilakukan adalah me-reformulasi tanah murni ditambah silica
powder 30% supaya mampu dibakar tinggi, kemudian ditambah stain sesuai
kebutuhan untuk membuat kesan warna yang beraneka ragam sebanyak 10%
sebagai dekorasi agateware.
Dalam proses penciptaan ini menghasilkan lima buah teaset yang berbedabeda.
Masing-masing dari karya tersebut memiliki bentuk dan motif glasir yang
berbeda satu sama lain, tetapi karena menggunakan jenis tanah liat earthenware,
kesan yang ditimbulkan secara keseluruhan berwarna gelap. Hal tersebut
merupakan karakteristik dari material tersebut, dipadukan dengan motif
agateware dan warna glasir yang sesuai menghasilkan komposisi yang baik,
kesan hangat dan earthy terlihat menonjol.