Institusion
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Author
RINDI LELLY ANGGRAINI , NIM. 10481030
Subject
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Datestamp
2017-02-28 04:09:47
Abstract :
Rindi Lelly Anggraini. ?Model Pembelajaran Inklusi Untuk Anak
Berkebutuhan Khusus (ABK) Kelas V SD Negeri Giwangan Yogyakarta.
Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan
Kalijaga, 2013.
Pendidikan inklusi adalah pendidikan pada sekolah umum yang disesuaikan
dengan kebutuhan peserta didik yang memerlukan pendidikan khusus dalam
satu kesatuan yang sistemik. Model yang diberikan sekolah inklusi ini
menekankan pada keterpaduan penuh, menghilangkan keterbatasan dengan
menggunakan prinsip education for all. Pembelajaran untuk Anak
Berkebutuhan Khusus (student with special needs) membutuhkan suatu
strategi tersendiri sesuai dengan kebutuhan masing?masing.Model
pembelajaran terhadap peserta didik berkebutuhan khusus yang di persiapkan
oleh guru di sekolah, ditujukan agar peserta didik mampu berinteraksi
terhadap lingkungan sosial. Pembelajaran tersebut disusun secara khusus
melalui penggalian kemampuan diri peserta didik yang didasarkan pada
kurikulum berbasis kompetensi.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana
proses pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Kelas V SD Negeri
Giwangan Yogyakarta, (2) Apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat
dalam proses pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Kelas V SD
NegeriGiwangan Yogyakarta.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang
mengambil lokasi di SD NegeriGiwangan Yogyakarta. Pengumpulan data
dilakukan dengan mengadakan observasi, dokumentasi, dan wawancara.
Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang
berhasil dikumpulkan, kemudian dari makna itulah ditarik kesimpulan.
Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Proses pembelajaran inklusi di
kelas V SD Negeri Giwangan dengan menyatukan peserta didik normal
dengan peserta didik berkebutuhan khusus (kelas penuh)di bawah
pengawasan guru kelas atau guru mata pelajaran dan guru pendamping
khusus. RPP yang digunakan dalam pembelajaran inklusi di kelas VA adalah
RPP pada umumnya dan RPP individual untuk peserta didik ABK.(2) Faktor
pendukung proses pembelajaran adalah sarana dan prasarana yang cukup
memadai, adanya dukungan dari Direktorat PLB , guru membuat program
khusus, orang tua/wali peserta didik ABK membawa guru pendamping
khusus sendiri, dan memperoleh bantuan dana dari berbagai pihak. Faktor
penghambat proses pembelajaran inklusi di kelas V yaitu kurangnya peran
serta orang tua dalam kemajuan kemampuan peserta didik ABK, guru kurang
memahami kebutuhan khusus dan keberagaman dari peserta didik ABK, guru
pelajaran tidak membuat administrasi kelas, guru kurang inovatif dalam
menyampaikan materi pembelajaran, dan kurangnya tenaga pendidik bagi
peserta didik ABK di sekolah.