Abstract :
Syekh Ahmad Assurkati adalah seorang keturunan Timur Tengah ia
dilahirkan di pulau Arqu Dongola, Sudan pada tahun 1875 M. Ayah dan kakeknya
seorang ulama lulusan Al-Azhar Mesir. Ia menerima pendidikan awal dari
ayahnya kemudian melanjutkan pendidikan di Makkah selama limabelas tahun
dan menjadi pengajar di Makkah selama lima tahun.
Kedatangannya ke Indonesia pada tahun 1911 atas undangan Jamiatul
Khair untuk mengajar di sekolah Jamiat Khair. Kehadirannya di Jamiatul Khair
awalnya di sambut gembira dan membawa kemajuan terhadap sekolah Jamiat
Khair namun hal itu hanya berlangsung beberapa tahun saja. Karena ada perbedaan
pemahaman tentang hukum kafa’ah(hukum pernikahan wanita syarifah dengan
non syarif) antara Ahmad Assurkati dengan Pengurus Jamiatul Khair. Dengan
adanya perselisihan itu Ahmad Assurkati memilh keluar dari Jamiatul Khair
dan mendirikan Al-Irsyad. Tidak berhenti sampai disitu perselisihan di antra
mereka, akan tetapi semakin meluas pada persoalan fiqih dan keagamaan.
Pemikiran-pemikiran Ahmad Assurkati mulai di kembangkan setelah
mendirikan Al-Irsyad. Ia memfokuskan pemikirannya pada bidang pendidikan dan
keagamaan, diantara pemikiran-pemikirannya adalah bidang pendidikan: merombak
pendidikan tradisional menjadi modern dengan menggunakan kurikilim baru,
selain pelajaran pelajaran agama juga diajarkan pelajaran-pelajaran umum, memberikan
kebebasan murid-muridnya untuk mengeluarkan pendapat dan pemikirannya.
Dalam bidang sosial dan keagamaan Ahmad Assurkati menyebarkan paham
musawah (persamaan sesame muslim), pemurnian agama dengan memerangi kebodohan
umat Islam seperti: bid’ah, kurafat, membongkar hadits-hadits lemah dan
palsu, taqlid buta dan kritik terhadap ulama-ulama tradisional yang dianggap menyimpang
dari ajaran Islam yang lurus.
Dampak pemikiran Ahmad Assurkati diantaranya bidang pendidikan:
Semakin berkembangnya pendidikan moderen Islam di Indonesia, seperti perubahan
system pembelajaran dari tradisional yang hanya mengajarkan ilmu agama
menjadi lebih modern dengan memasukan pelajaran umum dalam kurikulum pendidikan.
Sedangkan dalam bidang sosial keagamaan: semakin banyaknya masyarakat
yang tersadarkan untuk menjalankan ajaran Islam yang murni, seperti meninggalkan
bid’ah, Kurofat, taqlid buta dan semakin banyak orang yang kritis dalam
hal ibadah. Selain itu perbedaan pemahaman agama dan pemikiran antara golongan
Alawiyin dengan Ahmad Assurkati masyarakat Arab terpecah menjadi dua
golongan Sayyid dan non sayid yang slalu bertentangan.
Dalam penelitian ini digunakan pendekatan Biografi Intelektual.Yani pendekatan
yang di fokuskan pada hasil pemikiran dan ide-ide tokoh, Sedangkan teori
yang di gunakan adalah teori presepsi dari Hippolyte Tais yaitu tentang adanya
Interaksi antara ide dan peristiwa, maksudnya ide tau pemikiran lahir karena
adanya peristiwa yang mendorongnya sedangkan ide itu sendiri melahirkan peristiwa
baru yang akan mendorong lahirnya ide lagi.