Institusion
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Author
M . LUTFI SARIF , NIM. 07600047
Subject
Pendidikan Matematika
Datestamp
2016-01-27 02:28:50
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan RME (Realistic
Mathematics Education) dengan Pelatihan Metakognitif terhadap kemampuan siswa
dalam proses memecahkan masalah siswa MTs kelas VIII. Penelitian ini dilakukan di
kelas VIII MTs Hidayatullah tahun ajaran 2013/2014 semester genap pada pokok
bahasan bangun ruang materi kubus dan balok.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain
dari Kemmis dan Mc Taggart. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel
bebas, yaitu pendekatan RME, pelatihan metakognitif, sedangkan variabel terikat
yaitu kemampuan pemecahan masalah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa
kelas VIII (sebanyak 35 siswa). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan wawancara,observasi, pre-test, pos-test,dan dokumentasi. Teknik
analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data secara deskriptif
kualitatif dan didukung dengan analisis data secara kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematis
dalam soal aplikasi matematika meningkat dari Posttest siklus satu ke siklus
selanjutnya. Secara kuantitif peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa
terlihat dari peningkatan rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa pada
Siklus 1 ke Siklus 2. Pada Siklus 1 yaitu sebesar 56,54 ke Siklus 2 yaitu sebesar
70,12. Setelah dilakukan pembelajaran matematika dengan pendekatan RME
dengan pelatihan metakognitif persentase ketuntasan belajar diperoleh hasil
77,14% dari populasi kelas telah mencapai KKM 65. Peningkatan rata-rata
kemampuan pemecahan masalah siswa tersebut dapat dijelaskan berdasarkan hasil
observasi dan wawancara selama penelitian sebagai berikut: (1) Bervariasinya
metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran dapat
meningkatkan pemahaman materi pembelajaran kepada siswa; (2) Perhatian siswa
terhadap penjelasan guru lebih meningkat; (3) Kesempatan siswa dalam
pemecahan masalah lebih bervariasi karena orientasi pembelajaran matematika
pada siswa tidak sekedar ditunjukkan untuk menghasilkan soal-soal dengan
penyelesaian rutin.