Abstract :
Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa (1) Ruang lingkup materi pendidikan seks di sekolah SMP Hang Tuah 2 Surabaya merupakan pendidikan seks awal antara lain. (a) Ketaatan kepada tuhan, (b) Memperkenalkan pergaulan yang sehat antara teman sebaya maupun diatasnya, (c) Memahami tentang pentingnya alat reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan pada usia remaja. (d) Cara mengatasi dorongan seksual, (e) Sikap positif terhadap seksualitas, (f) Dampak dari hubungan seks bebas. (2) Proses komunikasi antara guru bimbingan konseling dan murid tentang pendidikan seks di SMP Hang Tuah 2 Surabaya terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: (a) tahap persiapan, guru bimbingan konseling merancang rencana layanan informasi bimbingan yang akan disampaikan kepada murid. (b) tahap pembentukan, guru bimbingan konseling biasa melakukan tahap pembentukan dengan beberapa kegiatan dan metode bimbingan konseling klasikal tentang pendidikan seks. (c) tahap evaluasi, memberikan penilaian terhadap murid. (3) Pola komunikasi antara guru bimbingan konseling dan murid tentang pendidikan seks di SMP Hang Tuah 2 Surabaya, yaitu: (a) pola komunikasi satu arah, (b) pola komunikasi dua arah, (c) pola komunikasi banyak arah. (4) Komunikasi verbal dan nonverbal yang digunakan guru bimbingan konseling kepada murid tentang pendidikan seks di SMP Hang Tuah 2 Surabaya adalah: (a) komunikasi verbal: menggunakan bahasa gaul seperti no sex, galau, putus cinta dan woles. Tidak menyebutkan kata-kata alat konstrasepsi dan penjelasan tentang cara penggunaan kondom. (b) komunikasi nonverbal: Memperhatikan sorot mata, menatap wajah murid ketika berbicara dan menggerakkan babadan lebih dekat kepada murid serta menjaga penampilan.