Abstract :
Selama ini kecenderungan para guru matematika kurang mengoptimalkan kemampuan berpikir matematika siswa dalam pembelajaran, terutama kemampuan berpikir tingkat tinggi. Salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah berpikir reflektif. Kemampuan berpikir reflektif siswa mempunyai 3 fase, antara lain :
Pertama, reacting adalah bereaksi dengan pemahaman pribadi terhadap masalah matematis dengan berfokus pada sifat alami situasi. Kedua, comparing adalah melakukan analisis dan klarifikasi pengalaman individual, serta makna dan informasi informasi untuk mengevaluasi apa yang diyakini dengan cara membandingkan reaksi dengan pengalaman yang lain. Ketiga, contemplating adalah fokus terhadap suatu tingkatan pribadi dalam proses-proses seperti menguraikan, menginformasikan, mempertimbangkan dan merekonstruksi situasi atau masalah. Salah satu aktivitas untuk mengetahui seberapa besar kemampuan berpikir reflektif siswa adalah memecahkan masalah berbentuk figural, semantik, dan simbolik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif siswa dalam memecahkan masalah berbentuk semantik, figural, dan simbolik pada pokok bahasan fungsi di kelas XI IPA MAN Nglawak Kertosono Nganjuk.
Penelitian ini dilakukan di kelas XI IPA MAN Ngalawak Kertosono Nganjuk menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, instrument tes dan pedoman wawancara. Subjek penelitian ini adalah lima siswa dari 26 siswa.