Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Dimyati, Nur Roihan Hayatuddin Luthfi
Subject
Budaya - Agama
Datestamp
2015-04-10 06:12:54
Abstract :
Judul penelitian ini adalah, Makna Ruwatan anak Ontang Anting (Studi Kasus tentang Ruwatan Anak Ontang Anting di Desa Munung Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan akurat tentang prosesi, makna dan pandangan masyarakat Islam desa Munung terhadap ruwatan anak ontang anting.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah indept interview, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisa data berisi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun kerangka teori yang digunakan adalah teori tindakan sosial, teori Islamisasi slametan, teori interpretasi simbolik, dan teori egalitarianisme.
Dari hasil penelitian tentang makna ruwatan anak ontang anting, maka dapat disimpulkan bahwa: Pertama, prosesi ruwatan anak ontang anting meliputi, (a) Pengantar ruwatan, (b) Tawasul, (c) Pembacaan tahlil, (d) Pembacaan Manakib, (e) Doa, (f) Prosesi penarikan Kupat Luar, (g) Prosesi mandi kembang setaman dan makan bersama, (h) Penutup, (i) Pemberian sedekah kepada yatim piatu. Kedua, makna ruwatan anak ontang anting bagi pelaku meliputi: menolak balak, menghindarkan diri dari gunjingan atau hasutan, sedekah, dan warisan nenek moyang. Ketiga, pandangan masyarakat desa Munung terhadap ruwatan anak ontang anting meliputi syirik dan tidak syirik. Jadi dengan demikian, makna ruwatan anak ontang anting menurut warga desa Munung dapat berpengaruh dalam kehidupan.