DETAIL DOCUMENT
KOMUNIKASI SOSIAL JUDI BOLA GLUNDUNG ( JIKI ) DALAM ACARA TAYUBAN DAN WAYANG KULIT DI BAURENO BOJONEGORO
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Zuhri, Ahmad Syaifudin
Subject
Judi, Perjudian 
Datestamp
2015-04-08 02:57:02 
Abstract :
Ada dua persoalan yang hendak dikaji dalam skripsi ini, yaitu: (1) Bagaimana komunikasi sosial dalam judi bola glundung (jiki), (2) Bagaimana bahasa verbal dan non verbal dalam komunikasi sosial judi jiki. Untuk menjawab fokus penelitian di atas, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Kemudian data yang sudah diperoleh dianalisis secara kritis sehingga di peroleh makna yang mendalam tentang judi jiki tersebut. Dari hasil penelitian ini di temukan bahwa (1) Komunikasi Sosial judi bola glundung, Proses pelaku judi bola glundung (cap jiki) mengenal judi bola glundung (cap jiki) itu sendiri berawal dari sebuah lingkungan subkultur menyimpang. Para pelaku tidak belajar secara otodidak tetapi mereka belajar kepada teman mereka yang memahami bagaimana bermain judi bola glundung (cap jiki) ini karena teman mereka berasal dari sebuah subkultur menyimpang. Dalam proses tersebut tidak terjadi secara rumit dan terlihat cukup sederhana. Adapula yang sengaja menawarkan diri untuk diajarkan karena rasa keingintahuan yang tinggi akan bagaimana bermain judi bola glundung (cap jiki) tersebut. (2) Bahasa Verbal dan nonverbal dalam Komunikasi Sosial Judi Bola Glundung. Permainan Bola glundung bertepat pada tanah lapang dan biasanya pada kerumunan terdengar makian serta teriakan-teriakan, mereka mengerumuni seseorang yang duduk bersila sambil memegang bola hitam kecil dan di depannya ada sebuah kotak dengan gambar-gambar warna warni dan bernomer 1-12. Para penonton yang mengelilingi orang tersebut kemudian meletakkan selembar uang ribuan di atas warna atau nomer yg dipilihnya. Kemudian bandarnya melemparkan bola hitam kecil tersebut ke atas kotak. Bertitik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang di perkirakan dapat di jadikan bahan pertimbangan. Regulasi yang ada saat ini belum mampu menjawab permasalahan perjudian di Indonesia. Pidana berat belum tentu mampu memberantas perjudian. Diperlukan niat dari masyarakat yang perlu menjadi pertimbangan dalam membuat peraturan yang benar-benar mampu menutupi ruang untuk melakukan perjudian. Untuk itu perlu dibuat peraturan baru yang tidak hanya memberikan peran penting kepada aparat hukum dan pemerintah dalam menangani perjudian tetapi juga peran penting kepada masyarakat. 
Institution Info

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL