Abstract :
Pendidikan agam islam khususnya bidang studi fiqih merupakan pelajaran yang harus diberikan kepada peserta didik pada tiap jenjang sekolah, ini menunjukkan bahwa pelajaran agam khususnya fiqih memegang peran penting dalam upaya meningkatkan pengetahuan tentang hukum-hukum syara dan ubudiyah. Salah satu tujuan pembelajaran fiqih adalah siswa dapat menerapkan hukum syara dalam kehidupan sehari-hari, seperti : tata cara shalat, zakat, puasa, haji dan lain-lain.
Namun, pada kenyataannya pembelajaran agama islam di sekolah masih banyak ditemukan masalah seperti rendahnya ketuntasan belajar siswa, sehingga suatu pembelajaran tidak terlaksana dengan efektif. Hal ini bukan karena materi yang di anggap sulit, akan tetapi disebabkan pada proses pembelajaran yang cenderung monoton. Maka dari itu diperlukan suatu strategi pembelajaran yang efektif dalam mencapai ketuntasan belajar siswa, salah satunya dengan menggunakan strategi CTL karena dalam strategi pembelajaran ini merupakan proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengajarkan materi secara bermakna yang dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif karena penelitian ini menggambarkan suatu keadaan dalam penerapan dan hasil pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 kali pertemuan.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A MTs Salafiyah Syafiiyah Mojokero tahun ajaran 2011-2012 sebanyak 39 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode tes, dan metode angket. Metode observasi digunakan untuk mengamati implementasi CTL, metode tes digunakan untuk mengetahui data ketuntasan hasil belajar siswa, dan metode angket digunakan untuk mengetahui pendapat siswa.
Setelah data penilaian dianalisis secara deskriptif, maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1) implementasi pembelajaran CTL memperoleh rata-rata 3,751 termasuk dalam kategori sangat baik dan pembelajaran dapat dikatakan efektif. 2) ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal sebesar 97,4% dan nilai rata-rata kelas sebesar 89,48 presentasi yang diperoleh sudah memenuhi KKM yaitu sebesar 85% sehingga ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tuntas dan pembelajaran terlaksana dengan efektif. 3) siswa memberikan pendapat positif terhadap strategi pembelajaran CTL sebanyak 96,15% maka pembelajaran dikatakan efektif.