Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Hidayatullah, Alif Hendra
Subject
Datestamp
2015-04-17 08:03:40
Abstract :
Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan untuk menjawab permasalahan mengenai bagaimana pandangan serta tawaran terori yang diajukan oleh Yusuf al Qardhawi dalam menengahi pertikaian antar madzhab dan kelompok-kelompok keagamman dalam islam khususnya mengenai pentakwilan ayat-ayat mutasabihat.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian literer (library research). Jadi, pengumpulan data diperoleh dengan meneliti kitab-kitab Yusuf al Qaradhawi yang memuat uraian tentang takwil, di antaranya Kaifa Nata ammal ma a al Quran al Adhim, al Marji iyah al Ulya Fi al Islam li al Quran waal Sunnah Dhawabithu wa Mahadhirah fi al Fahmi wa al Tafsir, al Aqlu wa al Ilmu fi al Qurani al Karim, Epistimologi al Quran.
Dari hasil penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa menurut Yusuf bin Abdullah al Qaradhawi bahwatakwil yang diartikan sebagai pengalihan makna suatu lafaz, hanya boleh dilakukan jika ada dalil yang mendukung dan makna yang dipilih dalam pen takwil an pun memang merupakan salah satu kemungkinan makna yang dikandung oleh lafaz yang di takwil kan itu.
Berdasarkan ketentuan ini, pandangan Yusuf al Qardhawi hanya terfokus pada bidang kajian hukum islam (fiqh) yakni pada ayat-ayat al-Quran yang berkenaan dengan syariat islam yang notabenenya masih dalam tahap pemahaman dan penafsiran (ambigu)atau memiliki banyak pengertian diantara para ulama hukum islam, selain itu al Qardhawi juga memandang takwil sebagai medan kajian teologi sebagimana terdapat dalam ayat-ayat musytabihat yang mengarah pada makna dan sifat-sifat ketuhanan karena rupanya banyak dari kalangan umat islam terutama kelompok keagamaan yang telah melewati batas pemahaman yang sebenarnya tentang tuhan dan sifat-sifatnya, maka dari kedua variabel diatas al Qardhawi memberikan batasan-batasan tertentu terhadap pemahaman tersebut yakni dengan dua syarat mutlak, Pertama, Dzalil (esensial). Kedua, Qarinah (sensual). Berdasarkan stratifikasi syarat tersebut, maka pen-tak wilan, menurut al Qardhawi, dapat dilakukan secara baik dan sesuai dengan kehendak Allah dan rasul-Nya.