Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Muhaimin Muhaimin (STUDENT ID : --)
Ahwan Mukarrom (LECTURER ID : )
Subject
Islam
Datestamp
2019-11-26 02:07:31
Abstract :
Masa tahun 1957-1967, peranan Demokrasi Indonesia bukan saja menurun tetapi hampir saja berganti menjadi diktator. Terutama setelah berlakunya kembali UUD 1945 pada tahun 1959, masa ini mencatat bangkit dan berkembangnya suatu pemerintahan otokrasi yang merampas tanpa segan oposisi atau pandangan yang tidak menyetujuinya. Bahkan pada sisi lain Soekarno berusaha mengurangi peranan kekuatan yang dipandang akan menghambat cita-citaaya dan memenjarakan tokoh-tokoh politik yang berpengaruh dalam masyarakat, sebab dengan cara ini Presiden Soekarno akan aman dalam membawakan misinya. Sistim ini disebut secara popular Demokrasi terpimpin, nama yang diberikan oleh Presiden Soekarno sendiri, sistim yang menurut dia sesuai dengan keadaan dan kebutuhan tanah air. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: a. Mengapa NU yang pada waktu itu merupakan partai Islam terbesar mau mengikuti perjalanan Soekarno dan mendukung pe1aksanaan Demokrasi Terpimpin. b. Bagaimana NU dalam menentukan sikap politiknya selama periode Demokrasi terpimpin. c. Apakah yang dicapai oleh NU selama masa demokrasi terpimpin. d. Sejauh manakah peranan NU dalam mengikuti langkah-langkah Soekarno selama Demokrasi Terpimpin. Sedangkan yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: a. Berusaha untuk mengetahui segi positif dan negative NU dalm sistim pemerintahm Demokrari Terpimpin, b, Berusnha untuk mengungkapkan mengapa kehidupan partai politilr Islam hanya NU yang mempunyai animo sangat besar dan dukungan oleh mat Islam justru mendukung pemerentahan Soek:arno dalam masa Demokrasi Terpimpin, C. Dengan mengetahui sistim pemerentahan pada masa Demokrasi Terpimpin yang di.pegang Soekarno sebagai Panglima Tertinggi hgkatan Perang dan selcaligus sesepuh yang akibatnya terjadi pemberontakan G. 30 S, PKI 1965 yang akan menghancurkan bangsa Indonesia, maka kita akan lebih mraspada dan berpengalaman terhadap langkah-langkah yong akan ditempuh dalam orde baru ini. Dalam penulisan sekripsi ini metode yang dipakai adalah sebagai berikut : 1. Henristik yakni kegiatan menghimpun jejak-jejak Data masa lalu, Maksudnya kegiatan mengumpulkan data yang ada hubungannya dengan sekripsi ini dari sumbernya, Yakni dalam pembahasan sekripsi ini digunakan sumberdata kepustakaan (literatur) yaitu mengambil data dari berbagai buku dan majalah serta dokumen yang ada hubungannya dengan pembahasan sekripsi ini. 2. Pengumpulan data dan penge1ompokannya: yaitu untuk memperoleh fakta yang falit dan sesuai dengan penulisan sekripsi ini, maka data-data itu diolah melalui: a. Seleksi data yaitu memilih data yang dianggap relevan dan sesuai dengan penulisan sekripsi ini b. Komperatif yaitu mengadakan perbandingan terhadap beberapa data kemudian ditarik suatu kesimpulan. 3. Interprestasi yaitu menetapkan makna yang saling berhubungan dari fakta yang diperoleh. 4. Historiografi yaitu suatu langkah menerangkan fakta-fakta menjadi kisah sejarah atau disajikan dalam bentuk tulisan dengan metode: - Informasi diskriptip yaitu suatu polah penyajian yang dikemukakan sedemikian rupa selaras dengan kenyataan yang ada. - Analisis diskriptip yaitu suatu polah penyajian dengan cara mengumpulkan keterangan melalui beberapa analisa.