Abstract :
Nilai- nilai monumental arsitektur Islam kuno yang di mulai sejak zaman wali memang kurang menarik bila dibandingkan dengan arsitektur pada zaman hindu atau dengan bangunan- bangunan Islam di luar Indonesia. Diantara bahan telaan yang menarik ialah arsitektur dengan ragam hias sebagai pelengkap penampilannya. Karena keduanya merupakan arsip visual yang padannya dapat diketahui gagasan dan pola pikir masyarakat sekitarnya atau yang telah menciptakannya. Dalam penelitian ini penulis merumuskan dua permasalahan dalam kaitannya dengan penelitian tentang Ragam Hias Kepurbakalaan Islam Makam Puspa Negara Gresik. Pertama, motif- motof ragam hias Indonesia sebelum dan sesudah Islam. Kedua, wujud ragam hias kepurbakalaan masa puspa Negara. Dari penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa wujud dari keanekaragaman motif hias yang ada pada keperbukalan di Jawa banyak dipengaruhi oleh motif hias yang ada pada sebelum Islam. Sedangkan ragam hias yang tumbuh di Indonesia adalah sebuah kelanjutan dari motif hias sebelumnya baik motif hias yang murni bernafaskan Islam, maupun yang hanya menstilasi dari motif yang ada. Dan Makan puspa Negara adalah salah satu peninggalan kepurbakalaan yang syarat akan akulturasi kebudayaan Hindu dan Islam.