DETAIL DOCUMENT
Perspektif upacara tradisional Sekaten di Yogyakarta
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Siti Achlah (STUDENT ID : --)
Achwan Mukarrom (LECTURER ID : )
Subject
Islam 
Datestamp
2020-10-08 07:56:01 
Abstract :
Sekaten merupakan upacara tradisional yang dilakukan di Yogyakarta pada bulan Maulid Tahun Hijriah. Sekaten dilakukan bersamaan dengan kelahiran Nabi Muhamad SAW. Upacara sekaten ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga bersama dengan para walisongo yang lain. Upacara ini merupakan upaya kreatif walisongo dalam mentranformasi upacara Asmaweda, Asmaradana dan Sarada yang dilakukan oleh masyarakat sebelum islam di pulau jawa. Dalam tinjauan agama, sekaten merupakan perayaan memperingati kelahiran Nabi Muhamad SAW yang diwujudkan dalam sebuah tatacara penghormatan dan ungkapan cinta kasih kepada Nabi Muhamad SAW. Sedangkan dalam tinjauan budaya, sekaten merupakan perayaan yang dituangkan dalam prosesi yang disesuaikan dengan tradisi budaya yang mengakar kuat di masyarakat yogyakarta. Perayaan sekaten merupakan keramaian dalam menyambut upacara sekaten. Perayaan sekaten berbeda dari masa ke masa. Perayaan sekaten pada masa awal merupakan undangan Sri Sultan kepada Bupati di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menampilkan kesenian, kerajianan dan hasil bumi kabupaten. Pada masa Sultan Hamengkubuwono VIII, sekaten dibuka untuk masyarakat umum tidak hanya masyarakat Yogyakarta saja. Perkembangan selanjutnya sekaten diorganisir oleh panitia khusus dari pemerintahan daerah yogyakarta. Akulturasi budaya dan agama dalam upacara tradisional sekaten di yogyakarta menunjukan bahwa islam berkembangan pesat di jawa melalui pendekatan budaya. Sekaten telah menjadi khasanah budaya masyarakat Indonesia. Sebagai produk budaya jawa yang bernuansa Islam dengan memadukan kebudayaan jawa dengan ajaran-ajaran islam. 
Institution Info

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL