Abstract :
Madyani Ishaq merupakan anak dari lurah Mayang, kepala desa di daerah Kerek Tuban. Dimasa mudanya Madyani Ishaq belajar agama pada Kyai Qomaruddin di Gresik. Madyani Ishaq merupakan santri yang cerdas sehingga dijadikan menantu oleh Kyai Qomaruddin. Setelah menikah, Madyani Ishaq bersama istrinya kembali ke daerah Kerek Tuban untuk mengembangkan agama Islam. Saat itu masyarakat daerah Kerek merupakan masyarakat yang masih melaksanakan ajaran pra islam yaitu animisme dan dinamisme. Madyani Ishaq akhirnya berhasil mengembangkan ajaran islam di desa Rengel sehingga masyarakat menghormati jasa-jasanya. Madyani Ishaq dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Desa Rengel Tuban. Makam ini setiap tahunnya ramai dikunjungi terutama pada saat perayaan haul Madyani Ishaq. Haul Madyani Ishaq dirayakan secara turun-temurun oleh keturunannya. Acara-acara yang dilakukan pada haul tersebut adalah pengajian agama, tahlil, khataman al-qur'an, ziarah ke makam. Masyarakat Rengel menyakini Madyani Ishaq memiliki kelebihan-kelebihan tertentu yang akhirnya menjadi cerita mistik yang berkembang dimasyarakat. Anak keturunan Madyani Ishaq percaya bahwa mereka dilarang menanam tales karena percaya jika hal ini dilanggar akan menimbulkan bencana. Madyani Ishaq merupaka salah satu tokoh ulaman yang berhasil mengembangkan ajaran islam di Desa Rengel Tuban. Tradisi masyarakat jawa yang menghormati para leluhur dengan bentuk-bentuk kegiatan tertentu seperti haul, ziarah kubur, khataman alqur'an. Tradisi ini berjalan turun temurun karena didukung oleh ulama dan masyarakat sekitarnya terutama keturunan dari Madyani Ishaq.