Abstract :
Skripsi ini membahas tentang kualitas hadits tentang sholat dan puasa nisfu sya'ban dalam kitab sunan ibnu majah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah hadits-hadits tentang sholat dan puasa nisfu sya'ban dalam kitab sunan ibnu majah termasuk hadits yang maqbul atau mardud ditinjau dari segi sanad, matan dan kehujjahan haditsnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif, dialektika, comparatif dan analogis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hadits nomor 1, 2, 3, dan 4 mempunyai derajat dla'if yang ditinjau dari segi kualitas perawi, persambungan sanad dan matannya. Sedangkan hadits nomor 5 dan 7 mempunyai derajat shohih, ditinjau dari segi perawi, persambungan sanad dan matannya. Sedangkan hadits nomor 6 merupakan hadits dengan derajat hasan. Hadits dengan derajat dlo'if tidak dapat digunakan sebagai hujjah, namun boleh digunakan sebagai fadlailul a'mal (keutamaan amal), sedangkan hadits hasan dapat dijadikan hujjah dan diambil sebagai dalil. Demikian shalat nisfu sya'ban tidak termasuk perbuatan bid'ah dan untuk keutamaan amal, sedangkan puasa nisfu sya'ban adalah puasa sunnah.