Abstract :
Skripsi ini mengakat masalah apa pengaruh resolusi jihad nu pada masa KH. Hasyim Asy'ari terhadap pola penetapan hukum NU dalam menyikapi masalah kenegaraan. Bagaimana pola penetapan hukum fiqh NU dalam menyikapi masalah kenegaraan. Mengapa NU cenderung akomodatif dalam menyikapi masalah kenegaraan. Pembahasan ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi NU dalam menyikapi masalah kenegaraan. Sejauh mana pengaruh KH. Hasyim Asy'ari terhadap keberadaan NU dalam menetapkan kebijaksanaan hokum fiqh tentang negara. Untuk memahami pola istinbath hukumnya dalam masalah kenegaraan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Bahwasannya keberadaan resoolusi NU tentang jihad fisabililiah yang dikeluarkan pada tahun 1945 dan tahun 1946 memiliki andil yang cukup besar terhadap pola penyikapan NU terhadap masalah-masalah kenegaraan. Pengaruh-pengaruh tersebut adalah: Pada aspek politik, resolusi NU tantang jihad fisabilillah berimplikasi terhadap pola pandang NU tentang negara dan penguasa. Dimana NU memandang keberadaan negara R.I sebagai hasil dari perjuangan mayoritas ummat Islam, sehingga perlu dijaga keutuhannya karena negara Indonesia melindungi agama Islam dan menjujung tinggi keberadaan Islam. Oleh karena itu segala hal yang dikhawatirkan menimbulkan perpecahan keutuhan negara Indonesia dihindari. semampu mungkin oleh NU dengan sikap sikapnya yang lebih menonjolkan sikap yang bisa diterima oleh semua pihak. Dalam bahasa Abdul Munir Mulkhan, NU menganut teori Minimalisme meninimalkan sesuatu untuk menghindari bahaya yang timbul. Pada aspek agama dengan resolusi NU tentang jihad fisabilillah tersebut, NU mencari alternatif-alternatif selama masih ada kaidah kaidah fiqh yang bisa dijadikan landasan hukum dalam menyikapi masalah kenegaraan.