Abstract :
Tujuan pokok ibadah puasa seperti kata Al-qur'an sendiri adalah menjadikan orang-orang yang bertaqwa atau para Muttaqin. Seseorang yang sedang berpuasa pada hakekatnya sedang memperkokoh tali hubungannya dengan Allah Swt. Sekarang yang menjadi pertanyaan, begitu mudah tawaran Al-qur'an Surat Al-baqara ayat 183 dengan ibadah puasa yang hanya dikerjakan selama satu bulan dalam satu tahun bisa menjadikan Panusia pada Jenjang predikat Muttaqin. Dalam hal ini adalah proses disebutnya Insan Kamil. Dalam membahas makna ibadah puasa dalam kaitannya dengan pembentukan insan kamil, apabila kita fahami secara tekstual akan nampak kekaburan pemahaman, Sebab hanya diarahkan pada ketaqwaan saja. Untuk memahami hal ini hendaklah kita fahami dari dua sudut pandang yaitu, hablumminallah dan hablumminannas. Maka dengan pmahaman yang demikian akan dapat mengantarkan pada proses di bentuknya Insan Kamil ( manusia sempurna ). Insan Kamil (panusia sempurna) adalah manusia teladan atau manusia ideal. Dalam pandangan islam, mengenal insan kamil atau manusia teladan itu adalah wajib hukumnya. Ia merupakan contoh, standar dan model bagi setiap muslim. Mengenal Insan Kamil Islam bukanlah hanya sebatas mengenal identitasnya saja, lebih jauh dari itu harus mengenal kepribadiannya, Sejauh mana kita mengenal Insan Kamil tersebut, sejauh itu pula kita mengenal Insan Kamil. Begitu juga, sejauh mana kita secara amalia menjadikan Insan Kamil sebagai pemimpin dan panutan kita, kemudian kita selalu melangkah mengikuti jejaknya, Maka sejauh itu pula kita telah menjadi pengikut atau pendukung manusia sempurna tersebut.