DETAIL DOCUMENT
BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI BEHAVIOR UNTUK MENGATASI KOMUNIKASI NEGATIF SISWA DI MTs HASYIM ASY'ARI BENDO KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Suci Fatmasari (STUDENT ID : Suci.fatma02@gmail.com)
Subject
Bimbingan Konseling 
Datestamp
2016-08-23 08:26:20 
Abstract :
Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana proses bimbingan dan konseling Islam dengan terapi behavior untuk mengatasi komunikasi negatif siswa di MTs Hasyim Asy?ari Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, (2) Bagaimana hasil bimbingan dan konseling Islam dengan terapi behavior untuk mengatasi komunikasi negatif siswa di MTs Hasyim Asy?ari Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Dalam membahas dan mengkaji permasalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sedangkan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun proses observasi, wawancara, dan dokumentasi melibatkan beberapa pihak, yaitu orang tua konseli, guru konseli, teman konseli, serta tetangga konseli. Setelah data terkumpul, analisa dilakukan untuk mengetahui proses serta hasil dengan menggunakan analisa data deskriptif komparatif yaitu membandingkan data teori konseling dengan data yang ada di lapangan, dan juga membandingkan kondisi konseli sebelum dan sesudah pelaksanaan proses konseling. Dalam penelitian ini konselor menggunakan terapi behavior dengan teknik modelling (percontohan) dan juga kontrak perilaku. Tujuannya yakni membantu konseli dalam mengubah dan membentuk perilaku baru yang lebih baik sehingga dapat berinteraksi dengan teman dan lingkungannya yang baik pula dengan cara membantu serta mengarahkan konseli untuk bertutur kata atau berkomunikasi yang baik dan sopan. Dari teknik konseling percontohan konselor menggunakan dua macam teknik yaitu penokohan nyata (live model) dimana konselor sendirilah yang berperan sebagai model dan penokohan simbolik (symbolic model), konselor memberikan empat video motivasi kepada konseli. Hasil akhir dari proses konseling dalam penelitian ini dikategorikan berhasil dengan prosentase 83%, yang mana hasil tersebut dapat dilihat dari adanya beberapa perubahan pada sikap dan komunikasi konseli yang sudah lebih baik, diantaranya konseli sudah mulai berbicara menggunakan bahasa Jawa yang halus, konseli tidak lagi mengejek temannya, konseli memilih diam apabila mendapat perlakuan kurang baik dari temannya, serta konseli ketika dinasehati orang tuanya maupun orang lain ia hanya diam dan tidak menjawabnya. 
Institution Info

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL