Abstract :
Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan (Bibliography Research) untuk menjawab pertanyaan: Bagaimana pandangan Masdar Farid Mas'udi dan Kiai Husen Muhammad tentang kepemimpinan perempuan?, Bagaimana persamaan, perbedaan, kekurangan dan kelebihan kedua tokoh tersebut?. Penelitian ini mengkaji pemikiran Masdar Farid Mas'udi dan Kiai Husen Muhammad tentang kepemimpinan perempuan. Adapun data yang dihimpun adalah buku-buku, artikel surat kabar, jurnal, atau majalah ataupun karya tulis lainnya yang menggambarkan pemikran kedua tokoh tersebut tentang kepemimpinan perempuan. Kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif komparatif berdasarkan kajian teks dengan menggunakan pola pikir deduksi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan perempuan menurut Masdar Farid Mas'udi dan Kiai Husen Muhammad, tidak bertentangan dalam Islam. Karena menurut Masdar dan Kiai Husen Muhammad, tidak hanya kaum laki-laki yang berhak menjadi pemimpin, perempuanpun juga berhak yang sama sebagaimana seperti peran laki-laki. Masdar Farid Mas'udi dan Kiai Husen Muhammad adalah tokoh pembela perempuan yang konsisten dalam memperjuangkan dan membela hak-hak perempuan. Sehingga ia termasuk salah-satu kiai yang membolehkan perempuan jadi pemimpin sebagaimana yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Karena menurut Masdar dan Kiai Husen Muhammad dibolehkannya bukan terletak pada jenis kelamin, melainkan karena potensi kemampuannya. Jadi menurut keduanya tidak ada larangan dan batasan bagi perempuan menjadi pemimpin. Pandangan dan gagasan Masdar dan Kiai Husen tentang kepemimimpinan perempuan terletak pada kontekstualisasi teks (kritik teks). Bedanya kalau Masdar menafsirkan teks tidak terlepas dengan konsep fikihnya, sedangkan Kiai Husen menafsirkan teks tidak terlepas dari sejarah dan fiqihnya.Tidak cukup hanya membaca dan mengkaji pemikiran Masdar Farid Mas'udi dan Kiai Husen Muhammad, namun yang lebih penting adalah mengimplementasikan pemikiran Masdar Farid Mas'udi dan Kiai Husen Muhammad tentang kepemimpinan perempuan dalam konteks keislaman dan keindonesiaan. Dengan demikian, alangkah bagusnya kemudian ada penelitian tentang pemikiran-pemikiran Masdar Farid Mas'udi di berbagai bidang.