DETAIL DOCUMENT
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JAWA KRAMA MADYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DIALOG BERPASANGAN PADA SISWA KELAS IV MINU WEDORO WARU SIDOARJO
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Maghfiroh, Zulfa Awalul
Subject
Metode Pembelajaran 
Datestamp
2019-05-16 06:43:36 
Abstract :
Latar belakang penelitian ini adalah siswa memiliki keterampilan berbicara bahasa Jawa krama madya yang rendah. Rendahnya keterampilan berbicara bahasa jawa krama madya yang dimiliki siswa memberikan dampak pada kehidupan sehari-hari siswa yang tidak menggunakan bahasa jawa krama madya ketika berbicara dengan orang yang lebih tua. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jawa krama madya diambil tindakan pembelajaran melalui metode dialog berpasangan yang dilaksanakan dengan 2 siklus. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana penerapan metode dialog berpasangan dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jawa krama madya siswa kelas IV MINU Wedoro Waru-Sidoarjo? (2) bagaimana peningkatan keterampilan berbicara bahasa Jawa krama madya pada siswa kelas IV MINU Wedoro Waru-Sidoarjo dengan metode dialog berpasangan? Model PTK yang digunakan yaitu model Kemmis & Taggart yang dalam satu siklus terdiri dari empat komponen, meliputi: Perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Jenis penelitian yang dipilih adalah guru sebagai peneliti. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif, dimana bentuk data yang dianalisis adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif adalah angka rata-rata hasil performance keterampilan berbicara siswa dan data kualitatif adalah data berupa deskripsi hasil pengamatan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)penerapan metode dialog berpasangan dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jawa krama madya berjalan dengan baik, 2)adanya peningkatan keterampilan berbicara bahasa Jawa krama madya pada siswa kelas IV MINU Wedoro dengan menggunakan metode dialog berpasangan. Hal ini dapat dibuktikan melalui hasil observasi aktifitas guru dan siswa. Pada siklus I, hasil observasi aktifitas guru dan siswa sebesar 77,8% dan 76,6%. Sedangkan pada siklus II, hasil observasi aktifitas guru dan siswa meningkat menjadi 95,4% untuk guru dan 98% untuk siswa. Dan adanya peningkatan keterampialn berbicara bahasa Jawa krama madya melalui metode dialog berpasangan terlihat pada peningkatan nilai rata-rata kelas. yakni dari 61,75, menjadi 75,25 pada siklus II dan ketuntasan belajar kelas dari 52,5% menjadi 87% pada siklus II. 
Institution Info

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL