Abstract :
A. Masyhuri, Skripsi 2009, Studi Komparasi antara Metode Langsung dan Metode
Brainstorming Terhadap Hasil Prestasi Belajar Siswa dalam Pengajaran Bahasa Arab
dengan Kemampuan Berbicara di SLTP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya.
Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Dosen pembimbing : Moh. Thohir, M.Pd. M,Ag.
Bahasa Arab merupakan mata pelajaran yang esensial pada jenjang pendidikan
tingkat menengah terutama di Aliyah. Pengajaran bahasa Arab ini merupakan proses
pembelajaran siswa agar mereka mampu Berbicara (Kalam). Karena itu pengajarannya
pun harus mengacu pada pemberian bekal siswa, agar mereka memiliki kemampuan
berkomunikasi secara Aktif dan Pasif. Kemampuan berkomunikasi Aktif adalah
keterampilan menggunakan bahasa secara lisan maupun tulisan. Sedangkan
kemampuan berkomunikasi pasif adalah keterampilan untuk memahami bacaan bahasa
Arab dan pembicaraan orang lain. Sedangkan untuk mengembangkan dan memperluas
perbendaharaan kosa kata-kosa kata siswa serta untuk memadukan kegiatan berbahasa.
Pembelajaran tersebut dapat dilakukan dengan metode langsung dan metode
brainstorming, selain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, pembelajaran
dengan metode langsung dan brainstorming juga diarahkan untuk meningkatkan
kemampuan berfikir dan bernalar, mempertajam kepekaan perasaan, serta memperluas
wawasan siswa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan :
- Bagaimana penggunaan Metode Langsung di SLTP Muhammadiyah 4 Gadung
Surabaya.
- Bagaimana penggunaan Metode Brainstorming di SLTP Muhammadiyah 4
Gadung Surabaya.
- Bagaimana Perbandingan (Komparasi) antara Metode Langsung dan Metode
Brainstorming terhadap Prestasi Belajar Siswa dalam Pengajaran Bahasa Arab di
SLTP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya.
Berdasarkan tujuan penelitian di atas penelitian ini menggunakan rancangan
penelitian deskriptif kuantitatif.
Dari hasil analisis ditemukan bahwa penggunaan Metode Langsung dan
Metode Brainstorming dalam bahasa Arab adalah untuk melatih berbicara bahasa Arab
(kalam) berdasarkan fungsi bahasa itu sendiri, yakni mengucapkan bahasa secara lisan,
dan tidak memperhatikan kaidah-kaidah (tata bahasa) dalam berbicara.