Abstract :
Amr bin Kaltsum adalah salah satu penyair pada masa jahiliyah yang termasyhur dengan muallaqohnya yang membicarakan tentang kebanggaan dirinya terhadap kabilahnya, Taghlib, dan dirinya sendiri yang telah membunuh raja Hirah, Amr bin Hindun.
Beberapa karyanya, diantaranya syair muallaqoh yaitu syair yang digantung di dinding Ka'bah dan ditulis dengan tinta emas. Salah satu tujuan syair Amr bin Kaltsum adalah al-Fakhr(membanggakan kabilah dan dirinya) dan al-Hamasah(semangat).
Dalam pembahasan skripsi ini penulis membahas tentang :
1)Bagaimana ciri-ciri al-Fakhr dan al-Hamasah dalam Muallaqohnhya Amr bin Kaltsum ?
Dalam penelitian literature ini, penulis menggunakan metode Deskriptif-Analisis, yaitu penulis mendiskripsikan pendapat para Ulama kemudian menganalisa teks-teks yang terkait dengan maksud skripsi ini. Dan dalam hal ini, penulis menganalisis teks-teks yang terkait dengan maksud skripsi ini dari sisi maknanya dan uslubnya(tata bahasa).
Penulis dapat menyimpulkan hasil analisis bahwa:
1)Adapun ciri-ciri al-Fakhr dan al-Hamasah dalam Muallaqoh Amr bin Kaltsum yakni, maknanya yang jelas dan cenderung pada hal yang berlebihan dalam tata bahasanya (balaghoh). Seperti semangat Amr bin Kaltsum yang menggebu-gebu ketika berperang dan membanggakan dirinya dan kabilahnya kepada kabilah lain.