Abstract :
Dalam proses pembelajaran, peran seorang guru merupakan salah satu faktor penting dalam tercapainya tujuan pembelajaran. Dan setiap komponen dari sistem yang ada dalam proses pembelajaran itu haruslah berjalan serasi dan seimbang yang tujuannya mencapai tujuan dari pembelajaran tersebut tadi. Untuk mewujudkan seorang guru yang sanggup untuk melaksanakan hal tersebut di atas, memang dirasa agak sulit. Tetapi jika dilakukan dengan serius, sungguh-sungguh, maka hal itu pasti akan terwujud. Salah satu cara untuk mewujudkan hal itu adalah guru dituntut untuk meningkatkan profesionalismenya, sebab jabatan guru adalah jabatan profesi yang menuntut adanya keahlian dan kesungguh-sungguhan untuk senantiasa meningkatkannya. Seorang guru dalam rangka meningkatkan profesionalismenya pastilah dihadapkan pada permasalahan atau problem. Karena setiap sesuatu apabila hal tersebut ingin lebih bagus lagi, ingin meningkat. Maka pasti kana berhadapan dengan masalah. Masalah-masalah yang timbul nanti baik berasal dari guru itu sendiri ataupun berasal dari luar seperti lingkungan dan lainnya. Penelitian ini dilakukan di MI Darul Huda Wonoroto Umbulsari yang bertujuan untuk mengetahui apa saja permasalahan yang dihadapi MI Darul Huda Wonoroto Umbulsari dalam rangka meningkatkan profesionalismenya serta upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi problem tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi data, yaitu membandingkan data-data yang didapat melalui wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi kemudian data tersebut dianalisis. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam meningkatkan profesionalismenya, guru di MI Darul Huda Wonoroto Umbulsari dihadapkan pada permasalahan-permasalahan sebagai berikut: kurangnya sarana dan prasarana yang ada, ada masalah keluarga guru yang bersangkutan, urusan ekonomi (kesejahteraan guru), keadaan siswa yang kemampuan belajarnya kurang dari standar. Adapun cara-cara yang ditempuh untuk mengatasi atau memecahkan masalah tersebut di antaranya adalah sebagai berikut: dengan adanya supervisi baik dari kepala sekolah atau pihak lain, mengikuti adanya pelatihan-pelatihan atau seminar, dengan lebih mensejahterakan lagi para guru serta untuk masalah sarana dan prasarana diusahakan dengan mencari donatur tetap.