Abstract :
Pendidikan adalah masalah penting dalam kehidupan manusia. Karena dengan pendidikan manusia dapat mencapai taraf hidup yang lebih baik. Sedangkan menangani anak berkebutuhan khusus terutama anak tuna rungu dalam dunia pendidikan pada saat ini merupakan tema yang sangat menarik untuk diteliti. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan pendidikan, pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional, salah satunya Pendidikan Luar Biasa (PLB). Sebagaimana yang tertera dalam Undang – Undang RI tentang sistem pendidikan nasional, bahwa pendidikan agama merupakan kurikulum wajib di setiap jenjang pendidikan.
Penelitian ini berusaha untuk mengetahui bagaimana peran guru bimbingan dan konseling sendiri dan bagaimana menangani kesulitan belajar anak tuna rungu di SMALB-B Karya Mulia Surabaya.
Untuk melihat realitas yang terjadi di lapangan, penelitian ini penulis mulai dengan dukungan literatur yang memadai, kemudian bermodalkan kajian literatur tersebut penulis jadikan dasar, dalam penelitan lapangan ini digunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menganalisis data yang diperoleh tanpa mempersoalkan hubungan antar variabel, dengan menjelaskan dan menempatkan data pada konteksnya masing – masing dan melukiskan dalam bentuk kata – kata, serta data – data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk disederhanakan ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterprestasikan. Untuk itu dalam pengumpulan data, peneliti gunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.
Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa adanya kerja sama antara guru kelas dan guru bimbingan dan konseling serta orang tua siswa sehingga proses pelaksanaan peran guru bimbingan konseling dapat berjalan dengan lancar dalam menangani kesulitan belajar anak tuna rungu di SMALB-B Karya Mulia Surabaya.