Abstract :
Gaya kepemimpinan kepala sekolah di lembaga pendidikan perlu ditentukan, karena kepala sekolah (pemimpin) dituntut untuk mampu merencanakan, mengkordinasi, dan mengorganisasikan sumber daya yang dimiliki agar berdaya guna dan berhasil untuk dapat bertahan dan berkembang di tengah lingkungan yang kompetitif. Dalam meningkatkan kinerja guru diperlukan proses kepemimpinan yang efektif dengan penerapan gaya kepemimpinan yang dinamis, flexible dan selalu mengadakan pembaharuan yang tercermin dalam sikap dan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam berinteraksi dengan guru dan karyawan.
Fokus penelitian ini adalah analisis gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru di SMA Negeri 1 kota Mojokerto dengan rincian sebagai berikut: bagaimana gaya kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri 1 kota Mojokerto, bagaimana kinerja guru di SMA Negeri 1 kota Mojokerto, dan bagaimana gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru di SMA Negeri 1 Kota Mojokerto. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknis pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan mengikuti prosedur Reduksi data, Display data, dan pengambilan keputusan dilakukan prosentase data dari SMA Negeri 1 kota Mojokerto dan selain pengambilan keputusan, peneliti juga melakukan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah cenderung dan lebih dominan menggunakan gaya demokratis dan otokratis. Dalam penilaian kinerja guru, kepala sekolah melihat tingkat kompetensi yang dimiliki oleh guru, meliputi; pertama, kompetensi pedagogik. Terdiri atas: menguasai karakteristik peserta didik dengan cara berinteraksi, menguasai metode belajar dengan cara membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), menyelenggarakan evaluasi dan penilaian. Kedua, kompetensi kepribadian, antara lain: menumbuhkan mentalitas jujur, menjadikan anak didik kreatif dan prestasi serta menciptakan suasana kehidupan sekolah sehingga anak didik kreatif dan prestasi serta menciptakan suasana kehidupan di sekolah sehingga anak didik betah dan belajar di sekolah. Ketiga, kompetensi sosial, antara lain: tidak membeda-bedakan peserta didik dalam semua hal (jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi) dan saling bertegur sapa antara guru 1 dengan yang lain. Keempat, kompetensi profesional, antara lain: mengikuti bahan ajar secara benar, mengikuti silabus dan pemetaan kompetensi dasar aspek penilaian, dan menentukan media serta metode pembelajaran dari tiap-tiap pertemuan. Dari semua itu gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru di SMA Negeri 1 kota Mojokerto dapat dikatakan sudah maximal dengan tingkat kinerja guru yang tinggi dan terkendali.