DETAIL DOCUMENT
Upacara kematian: studi tentang perilaku keagamaan masyarakat Islam Suku Tengger di Desa Baledono Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Zakiya, Fitrotuz
Subject
Perbandingan Agama 
Datestamp
2018-01-10 02:13:12 
Abstract :
Skripsi ini adalah hasil penelitian yang dilakukan di Desa Baledono Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan, Upacara Kematian (Studi Tentang Perilaku Keagaman Masyarakat Islam Suku Tengger di Desa Baledono Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan). Penelitian ini bertujuan untuk menjawab fenomena upacara kematian yang dilaksanakan masyarakat Islam suku Tengger Desa Baledono dan pengaruh upacara kematian terhadap perilaku keagamaan masyarakat Islam di Desa Baledono. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa upacara kematian(upacara Entas-entas) yang dilakukan masyarakat Islam di Desa Baledono memiliki pengaruh terhadap perilaku keagamaan masyarakat Islam di Desa tersebut. Hal ini di latar belakangi dengan banyaknya hal yang mempengaruhi terjadinya sebuah perilaku keagamaan masyarakat Islam di Desa Baledono yaitu: Masih kuatnya keyakinan masyarakat terhadap tradisi-tradisi yang dilaksanakan oleh nenek moyangnya pada zaman dahulu, dan lemahnya iman yang dimiliki masyarakat itu juga tercermin dari akhlak mereka dalam kehidupan sehari sebagai masyarakat Muslim serta minimnya ilmu pengetahuan agama yang dimiliki oleh masyarakat, sehingga hal itu memicu dari kurangnya penggunaan pola pikir yang rasional sehingga mudah terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan dan menuju ke hal yang bersifat mitos. Upacara kematian adalah salah satu upacara dilingkaran hidup individu.jika dicermati secara mendalam, maka di dalamnya mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan bersama dan bekal di kemudian hari. Nilai-nilai itu antara lain kegotong royongan, kemanusiaan dan religius. Upacara kematian yang ada pada masyarakat Tengger khususnya di Desa Baledono berbeda dengan upacara di Ngaben. Akan tetapi menurut orang Tengger melakukan pembakaran boneka berpakaian yang dilambangkan manusia yang meninggal di tempat pembakaran setelah mayat dimakamkan, sesudah dimandikan dengan air yang dimantrai oleh dukun, mayat orang meninggal lalu dikafani kain putih tiga lapis, kemudian di usung dengan ancak yang terbuat dari bambu di kubur membujur ke timur dan kepala dihadapkan ke selatan, konon ceritanya menurut orang Tengger leluhur ada di Bromo. Dengan demikian, inilah secara garis besar tentang upacara kematian yang memiliki pengaruh terhadap perilaku keagamaan masyarakat Islam, karena dalam upacara tersebut terdapat praktek yang dilarang oleh agama Islam, yaitu memanggil roh-roh halus dengan menggunakan kemenyan dan lain-lain,perbuatan ini sebenarnya yang menyalahi ajaran agama Islam. 
Institution Info

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL