Abstract :
Tadabbur merupakan pendekataan yang diinginkan Allah dalam interaksi antara manusia dengan al-Qur?an. Tadabbur adalah memahami dan mendalami pesan al-Qur?an, baik yang tersurat maupun tersirat, sampai kepada pesan terjauh yang bisa dihasilkan. Umat Islam mayoritasnya masih memposisikan al-Qur?an hanya sebagai bacaan yang dilagukan ataupun jimat yang digantung. Abd al-Rahman dengan alasan di atas, berdasarkan perenungan dan interaksi dengan al-Qur?an selama kurun tiga puluh tahun, menulis tafsir dengan tadabbur sebagai pendekatan utama, dia menyebutnya ?tafsir tadabburi?, selain itu Abd al-Rah{man H{abannakah membuat empat puluh kaidah yang memudahkan pembaca men-tadabburi al-Qur?an. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang diangkat dalam tesis ini adalah bagaimana konsep tadabbur al-Qur?an prespektif Abd al-Rahman Habannakah, bagaimana penerapan tadabbur dalam tafsir Ma?arij al-Tafakkur wa Daqaiq al-Tadabbur, tafsir yang disusun berdasarkan urutan turun surah, bukan berdasarkan urutan mushaf sebagaimana metode mayoritas mufasir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengumpulan sumber-sumber data primer dan sekunder serta sumber-sumber yang relevan. Teknik kajian disajikan secara deskriptif dan analitis, kemudian dihimpun dengan metodologi tafsir mawdu'iy. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: al-Qur?an empat kali membahas tentang tadabbur, dua ayat terkait sikap musyrikin Makkah, dua ayat terkait sikap kaum munafik madinah. Dari empat ayat di atas satu ayat juga merupakan perintah kepada kaum beriman berdasarkan riwayat lain yang bisa diterima. Hukum tadabbur menurut Abd al-Rahman adalah wajib. Empat puluh kaidah tadabbur yang dibuat oleh Abd al-Rahman memudahkan pembaca dalam men-tadabburi al-Qur?an. Dalam tafsirnya Abd al-Rahman Habannakah lebih menitikberatkan tadabbur sebagai cara untuk mengetahui kebenaran al-Qur?an berdasarkan kesatuan tematis ayat-ayat al-Qur?an.