Abstract :
Indonesia adalah Negara agraris dengan mayoritas penduduknya adalah petani yang tinggal di desa. Namun pemahaman tentang sistem berkelanjutan masih sangat minim, petani masih dicengkram pola pertanian semacam itu membutuhkan biaya mahal dan merusak unsur hara tanah dan lingkungan. LSM Prakarsa sejak tahun 2003 telah aktif memberdayakan sistem pertanian berkelanjutan. Salah satu fokusnya adalah menggalakkan sistem pertanian terpadu, ekonomis, efisien, ramah lingkungan dan menggali potensi sumber daya di komonitas pedesaan. Salah satunya adalah penggunaan pupuk bokasi. Untuk mengungkapkan permasalahan itu secara menyeluruh dan mendalam, peneliti menggunakan analisis fenomenologi yang bersifat diskriptif, yakni menganalisis pola pemberdayaan pertanian oleh LSM, perubahan yang terjadi dan relefansinya dengan dakwah pengembangan masyarakat Islam. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam meningkatkan keswadayaan peteni LSM Prakarsa telah mengupayakan untuk menyentuh kesadaran masyarakat petani. Kegiatan merubah pola pikir dan menumbuhkan kesadaran masyarakat petani dilakukan LSM Prakarsa melalui pengorganisasian masyarakat petani dan pelatihan-pelatihan. Dampak yang terjadi pada masyarakat petani setelah adanya pemberdayaan adalah bahwa masyarakat yang diberdayakan mau berfukir untuk mengoptimalkan potensi yang mereka miliki untuk kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup mereka.