Abstract :
Secara operasional, motivasi berprestasi dimaknai sebagai kebutuhan yang mendorong manusia untuk berbuat lebih daripada orang lain guna mencapai kesuksesan karier di masa depan, sesuai dengan standar kemampuan yang telah ditetapkan sendiri. Sedangkan urutan kelahiran atau yang dikenal dengan istilah Birth Order, merupakan posisi seseorang dalam keluarga menurut urutan dia dilahirkan, yang terdiri atas anak sulung, anak tengah dan anak bungsu. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 04 N'mber 2009 sampai dengan 08 Januari 2010 di MTs. Al-Mu'awanah, Candi Sidoarjo. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan statistik ini dilakukan dalam beberapa tahap. Langkah pertama dimulai dengan meninjau lokasi penelitian yang bertujuan untuk mengamati subyek secara lebih dekat dan sekaligus meminta persetujuan kepala madrasah untuk melakukan penelitian di tempat tersebut. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kuesioner yang disebarkan kepada 90 responden, di mana teknik pengambilan sampel menggunakan proportional sampling. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu urutan kelahiran (anak sulung, anak tengah dan anak bungsu) sebagai variabel bebas dan motivasi berprestasi sebagai variabel terikat. Seluruh data yang diperoleh dari total skor skala motivasi berprestasi, kemudian dianalisis dengan metode statistik Analysis of Variances (ANOVA) Satu Arah atau One-Way ANOVA. Dari hasil penghitungan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 14.0 for Windows, diperoleh hasil harga F sebesar = 3.723 dengan taraf signifikansi = 0.028. Karena signifikansi 0.05 (0.028 0.05) maka hipotesis mayor yang berbunyi; ada perbedaan motivasi berprestasi antara anak sulung, anak tengah dan anak bungsu dapat dibuktikan secara signifikan. Sedangkan dari tabel Desciptives, terlihat pada kolom jumlah subyek (N) = 30 anak sulung dengan mean motivasi berprestasi sebesar 117.067, jumlah subyek (N) = 30 anak tengah dengan mean motivasi sebesar sebesar 107.333, dan jumlah subyek (N) = 30 anak bungsu dengan mean motivasi berprestasi sebesar 108.867. Sehingga berdasarkan perbedaan mean motivasi berprestasi dari ketiga kelompok subyek tersebut, maka seluruh hipotesis minor yang telah diajukan dalam penelitian dapat dibuktikan secara signifikan pula. Dengan memperhatikan hasil perbedaan ini, maka diharapkan kepada pihak sekolah dan orang tua untuk lebih mengarahkan bimbingan terhadap mereka yang berstatus kelahiran anak tengah dan anak bungsu. Hal ini dimaksud agar pada saat menerima pelajaran dan menghadapi ujian, mereka memiliki motivasi berprestasi yang sama/identik dengan anak-anak sulung.