Abstract :
Dalam penelitian ini terdapat persoalan yang dikaji yaitu: bagaimana penanda dan petanda yang menyatakan iklan sebagai media komunikasi lintas budaya pada iklan Kratingdaeng versi Project Pop Berpakaian Adat Daerah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis semiotik, yaitu menganalisis simbol-simbol yang terdapat pada iklan minuman energi Krtaingdaeng versi Project Pop Berpakaian Adat Daerah. Untuk menjawab persoalan diatas peneliti menggunakan analisis semiotik Roland Barthes. Dengan menganalisis tanda denotative dan tanda konotaif iklan tersebut. Sehingga peneliti dapat memberi makna pada simbol-simbol yang mengandung makna. Dari hasil penelitan ini ditemukan bahwa setiap teknik pengambilan gambar, dialog antar aktor, pakaian adat daerah yang dikenakan masing-masing aktor, termasuk didalamnya tata make up dan bahasa tubuh (body language) serta property yang dipakai oleh setiap aktor dalam iklan ini semakin memperkuat penggambaran suasana terjadinya komunikasi lintas budaya. Hal ini dibuktikan dari macam-macam penanda yang memiliki makna baik berupa suara, dialog antar aktor, tulisan, body language, property ataupun setting. Sedangkan petanda dalam iklan minuman energi Kratingdaeng versi Project Pop Berpakaian Adat Daerah adalah gambaran dari pikiran atau konsep yang menjadikan petanda menjadi tanda. Iklan ini berisi: penggambaran proses komunikasi lintas budaya. Dalam hal ini setiap adegan, dialog, body language sampai property yang dipakai aktor dalam iklan ini menggambarkan proses komunikasi lintas budaya. Termasuk didalamnya backsound berupa intro musik alunan alat musik angklung dan gendang dari iklan tersebut juga menggambarkan kekayaan budaya Indonesia dan mencerminkan komunikasi lintas budaya. Setiap adegan dialog antar aktor yang terdapat di dalam iklan ini mengkonotasikan realita kehidupan masyarakat Indonesia yang penuh dengan keberagaman. Baik ragam suku, ragam agama maupun ragam budaya. Bertitik tolak penelitian ini beberapa saran diungkapkan peneliti sebagai bahan pertimbangan bagi para advertising team yaitu: membuat iklan yang benar-benar tulus membawa misi perbaikan bangsa dan bukan hanya sekedar tanggung jawab social yang bermotif pembentukan citra periklanan.