Abstract :
Penelitian yang di lakukan ini merujuk pada rumusan masalah. Pertama, fenomena krisis ekologis di Kecamatan Manyar kabupaten Gresik. Kedua, bagaimana pandangan ulamaâ?? di Pondok Pesantren Ushulul Hikmah Al-Ibrohomi dan Mambaus Sholihin tentang konsep pendidikan Islam berbasis ekologis. Ketiga,bagaimana formulasi konsep pendidikan Islam berbasis ekologis. Jenis penelitiaan yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitiaan kualitatif. Sedangkan tujuan penelitiaannya adalah untuk mendiskripsikan fenomena krisis ekologis di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, untuk mengetahui pendapat dari ulama' di dua obyek penelitiaan yang tersebut diatas tentang konsep pendidikan Islam berbasis ekologis, dalam hal ini, kancah penelitiaannya adalah PP. Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi Desa Manyarejo dan PP. Mambaus Sholihin Desa Suci Kecamatan Manyar. dan dari kedua tujuan tersebut di atas, kemudian diformulasikan menjadi konsep pendidikan Islam berbasis ekologis. Analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah reduction, display, conclusion. Karena teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive dan bersifat snowball sampling, banyaknya data yang didapat memerlukan untuk direduksi sesuai dengan yang di inginkan, setelah peredukisaan data selesai, tahap selanjutnya adalah memaparkan dalam bentuk narasi, dan dari narasi itu akan disimpulkan hasil dari penelitiaan ini. Dalam penelitiaan ini di hasilkan. Pertama,fenomena krisis ekologis terjadi pada pencemaran udara, dan kerusakan hutan mangrove yang kebanyakan di timbulkan dari keberadaan pabrik-pabrik. Kedua,Ulamaâ?? berpandangan pemenuhan lahan kerja bagi masyarakat dalam hal ini industrialisasi tidak bisa terhindarkan, meski dalam ajaran Islam ada konsep keseimbangan, artinya ada pertarungan antara teologis dan sosiologis, kesadaran masyarakat yang naif membuat isu pencemaran dan pengrusakan hutan mangrove tidak di antisipasi sejak dini. Ketiga, ada dua model pendidikan Islam berbasis ekologis yaitu secara klasik, yakni model pelaksanaannya terpaku pada budaya lama pesantren seperti ro'an dan piket membersihkan lingkungan pesantren. Sedangkan yang modern di lakukan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, seperti temuan dilapangan misalnya pembuatan bio gas dari kotoran ternak sapi. konsep pendidikan Islam berbasis ekologis dicerminkan kedalam fikih lingkungan hidup (fiqhul bi'ah) yang meliputi pembahasan thoharoh, ihyaul mawat, dan hima, serta akhlak.