Abstract :
Ada dua persoalan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu:(1)Bagaimana proses pelatihan dan pengembangan yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) APJ Mojokerto bagi para pejabat eksekutifnya,(2)Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam proses pelatihan dan pengembangan yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) APJ Mojokerto.
Untuk mengungkap persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberikan fakta dan data mengenai pelatihan dan pengembangan pejabat eksekutif yang ada di PT PLN (Persero) APJ Mojokerto, kemudian data tersebut dianalisis secara kritis, sehingga diperoleh hasil yang mendalam tentang pelatihan dan pengembangan untuk pejabat eksekutif tersebut. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa :
1).Untuk proses pelatihan pejabat eksekutif PT PLN Persero APJ Mojokerto ini meliputi:a).Input (Peserta), adalah pejabat eksekutif PT PLN Persero APJ Mojokerto yang akan mengikuti diklat dibidang penjenjangan dan diklat penunjang.b).Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pelatihan, terdiri atas Man (pelatih, yang telah dikualifikasi), money (alokasi pendanaan pelatihan merupakan tanggung jawab dari pihak penyelenggara yaitu UDIKLAT), method (diklat, pendidikan formal, workshop, seminar dan pengelolaan pengetahuan), material (Media dalam pelatihan menggunakan laptop dan LCD serta beberapa media yang disesuaikan dengan kondisi pelatihan).c).Output (kemampuan) yaitu hasil dari proses pelatihan yang dapat meningkatkan produktifitas kerja bagi pejabat eksekutif.2).Dalam proses pelatihan dan pengembangan ada beberapa faktor pendukung dan penghambat pelatihan dan pengembangan untuk pejabat eksekutifnya. Adapun faktor pendukung dari pelatihan untuk pengembangan pejabat eksekutif adalah sebagai berikut:a).Besarnya keinginan karyawan managerial untuk meningkatkan potensi yang telah ada.b).Adanya tuntutan tugas yang baru sehingga karyawan tersebut harus mengembangkan atau memperdalam lagi pengetahuannya.c).Jenjang karir yang ditawarkan PT PLN cukup menarik. Disamping adanya faktor pendukung juga terdapat faktor penghambat dalam program pelatihan untuk pengembangan pejabat eksekutif yaitu :a). Dipihak PLN APJ Mojokerto sendiri tidak bisa dengan leluasa mengadakan pelatihan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya yang kemudian berimbas pada peningkatan kualitas pelayanan.b).Kurangnya inisiatif dari kantor pusat untuk melaksanakan pelatihan yang berguna bagi keberlangsungan perusahaan.c).Kurangnya waktu yang dialokasikan untuk pelatihan itu sendiri (hanya satu tahun sekali).d). Pendanaan yang terbatas untuk melakukan pelatihan, sehingga perhitungan tentang alokasi dana masih menjadi prioritas yang utama.