Abstract :
Skripsi ini berupaya membahas tentang pandangan keluarga kelas sosial menengah terhadap pendidikan agama Islam di masyarakat Desa Morocalan Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan, serta implementasi kegiatan pendidikan agama Islam yang bersifat non formal di masyarakat tersebut. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, interview, dan dokumenter dalam upaya pengumpulan datanya. Data yang diperoleh di kumpukan untuk kemudian dievaluasi dengan menggunakan analisis deskriptif dan dipaparkan secara kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat penulis simpulkan bahwa keluarga kelas sosial menengah berpandangan bahwa pendidikan agama Islam di masyarakat Desa Morocalan sangatlah penting. Karena selain sebagai petunjuk dan pedoman dalam kehidupan mereka, pendidikan agama juga sangat vital dan urgen bagi anak-anak dan masyarakat, agar terciptanya generasi bangsa yang berakhlakul karimah. Maka pelaksanaan pendidikan agama harus sejak dini diberikan dimulai dari pendidikan di lingkungan keluarga. Dalam mengimplementasikan pendidikan agama Islam yang sifatnya non formal di masyarakat desa Morocalan ini khususnya bagi mereka yang termasuk golongan kelas sosial menengah, bisa dilihat dengan beberapa kegiatan keagamaan yang diadakan, seperti kegiatan tahlilan, yasinan, istighosah, pengajian kitab Riyadhus Shalihin, dan lain sebagainya. Sebagian besar mereka memberikan respon positif terhadap kegiatan pendidikan agama yang diadakan, hal ini terbukti dengan partisipasi mereka dalam hal sumbangsih pemikiran dan pendanaan yang diperlukan guna pelaksanaan kegiatan tersebut. Akan tetapi dalam keaktifan mengikuti kegiatan, partisipasi mereka masih dinyatakan kurang aktif, dikarenakan kesibukan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Dari hasil penelitian ini, penulis menganjurkan saran kepada masyarakat yang tergolong kelas sosial menengah supaya meluangkan waktu untuk bisa mengikuti kegiatan keagamaan yang dilaksanakan. Agar tujuan untuk menjadi generasi bangsa yang berakhlakul karimah itu bisa terwujudkan.