DETAIL DOCUMENT
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN PEMILIH PEMULA TERHADAP ANGKA GOLPUT PADA PILKADA LAMONGAN 2010 DI KEC. KEDUNGPRING KAB. LAMONGAN
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Afnaniyati, Mir’Aatunnisa’
Subject
Politik Islam 
Datestamp
2015-02-20 03:43:09 
Abstract :
Rumusan masalah yang diajukan, pertama, bagaimana tingkat pendidikan pemilih pemula, kedua, apa saja faktor penyebab golput pada Pilkada Lamonga 2010, ketiga, adakah pengaruh tingkat pendidikan pemilih pemula terhadap angka golput pada Pilkada lamongan 2010 di kecamatan Kedungpring. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang analisisnya menekankan pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika. Populasi yang diteliti adalah 937 orang, dan peneliti mengambil sampel secara random yaitu 94 orang. Sedangkan setting tempat penelitiannya di kecamatan Kedungpring. Metode pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan dua cara yaitu, pertama teknis analisis non-statistik (deskriptif) untuk menjawab pertanyaan bagaimana tingkat pendidikan pemilih pemula di kecamatan Kedungpring dan bagaimana angka golput pada Pilkada Lamongan 2010 di kecamatan Kedungpring. Kedua, teknik analisis statistik untuk menjawab adakah pengaruh tingkat pendidikan pemilih pemula terhadap angka golput pada Pilkada Lamongan 2010 dengan menggunakan rumus regresi linier sederhana dengan program SPSS. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini terdiri dari tiga poin, pertama, pemilih pemula yang berusia 17 tahun (remaja) dan masih duduk di bangku SMA mempunyai karakter yang labil dan mudah terpengaruh. Hal ini berpengaruh juga terhadap keputusannya dalam menentukan pilihan politik. Kedua, Keluarga dan teman sebaya merupakan unsur yang penting dalam penentuan pilihan politik. Hal ini berlaku di kecamatan Kedungpring, yaitu kurangnya sosialisasi dari KPU dan pengaruh lingkungan sekitar (seperti keluarga dan teman sebaya) pemilih pemula dapat menjadi salah satu faktor penyebab golput. Faktor lain, kurangnya kesadaran pemilih dan pemilih yang tidak berada di tempat pada saat Pilkada berlangsung. Ketiga, hasil dari perhitungan statistik diperoleh nilai uji korelasi product moment yaitu 0,324 yang artinya terdapat pengaruh yang rendah antara tingkat pendidikan pemilih pemula terhadap angka golput pada pilkada Lamongan 2010 di kecamatan Kedungpring. Selanjutnya digunakan uji determinasi yang diperoleh nilai 0,105 artinya pengaruh tingkat pendidikan pemilih pemula terhadap angka golput pada pilkada lamongan 2010 di kec. Kedungpring sebesar 10,5% dan 89,5% ditentukan faktor lain. 
Institution Info

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL