Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Liali Maftukhah (STUDENT ID : A02207009)
Ahmad Nur Fuad (LECTURER ID : .)
Subject
Biografi
Datestamp
2022-06-27 03:07:04
Abstract :
Asia Tenggara adalah sebuah kawasan di benua Asia bagian Tenggara. Thailand Selatan yang dulu terkenal dengan sebutan Pattani mempunyai kerajaan Islam ini berakhir dengan ditaklukannya wilayah Pattani oleh kerajaan Thailand pada tahun 1902. Dengan runtuhnya kerajaan Pattani sebagai suatu kelompok etnik dan berbahasa Melayu serta beragama Islam dipaksa menjadi suatu bagian yang integral dari masyarakat Thai yang berbeda secara etnik, bahasa maupun agama. Penyatuan ini banyak membawa dampak politik, ekonomi maupun kultural. Sebagaimana judul skripsi ini Gerakan Pembebasan Islam Pattani Di Thailand Selatan Pada Tahun 1973-1982
Judul skripsi tersebut, merupakan hasil penelitian kepustakaan yang bertujuan untuk memecahkan masalah tentang suatu gerakan yang ingin membebaskan diri dari pemerintah Thailand. Salah satu media yang digunakan adalah melalui sebuah literatur yang relevan terhadap permasalahan tersebut. Untuk menganalisisnya, peneliti menggunakan pendekatan historis, yang tujuannya untuk mendeskripsikan peristiwa yang terjadi pada masa lampau, yakni tentang munculnya suatu gerakan pembebasan Islam Pattani di Thailand Selatan. Disamping itu, penulisan skripsi ini menggunakan pendekatan sosiologis yaitu dengan memperhatikan perkembangan dan keadaan masyarakat di Thailand Selatan.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, Thailand merupakan salah satu negara Asia Tenggara yang terletak di sebelah utara Malaysia. Merupakan salah satu negara Asia yang secara resmi tidak pernah dijajah oleh negara lain. Islam di Thailand di awali atau bermula sejak munculnya kerajaan Pattani. Jumlah penduduk Islam di Thailand menurut sensus 1979, jumlah mereka adalah 977.282 jiwa atau 2,84% dari seluruh penduduk Thailand yang sekitar 45 juta jiwa. Dan ada sekitar eman juta Muslim di Thailand pada tahun 1982.
Runtuhnya kerajaan Pattani sebagai suatu kelompok etnik dan berbahasa Melayu serta beragama Islam dipaksa menjadi suatu bagian yang integral dari masyarakat Thai yang berbeda secara etnik, bahasa dan agama. Dari akar konflik yang terjadi di Melayu itu adalah perbedaan kebudayaan dan rasa benci antara yang memerintah dan yang diperintah. Konflik seperti itu menyebabkan timbulnya sebuah organiasai-organisasi yang ingin membebaskan diri dari pemerintahan Thailand, organisasi tersebut adalah Nasional Liberation Front of Pattani (NLFP) atau Barisan Nasional Pembebasan Pattani, Liberation Front of Republic Pattani (LFRP) atau Barisan Revolusi Nasional (BRN), dan Pattani United Liberation Organization (PULO) atau Pertumbohan Persatuan Pembibasan Pattani (PPPP).