Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Siti Salamah (STUDENT ID : A02207020)
Subject
Sejarah dan Peradaban Islam
Datestamp
2022-06-21 04:38:02
Abstract :
Manuskrip adalah tulisan kuno manusia yang berumur labih dari 50 tahun. Manuskrip sebagai warisan yang harus diselamatkan dan harus dijaga kelestariannya. Manuskrip banyak dimiliki oleh perorangan yang mana sebagian dari mereka tidaklah tahu tentang pentingnya sebuah manuskrip itu. Salah satu menyelamatkan manuskrip adalah mengkaji ulang dan meneliti sehingga tahu pentingnya sebuah manuskrip itu dalam sebuah skripsi. Skripsi ini yang berjudul Catatan Pinggir Dalam Manuskrip Bahjatul â??Ulum Di Pondok Pesantren Miftahul â??Ula, Di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Judul skripsi tersebut, merupakan hasil penelitian lapang dan kepustakaan, yang bertujuan, untuk mengetahui isi manuskrip yang telah dipelajari oleh KH. Abdul Fattah dan telah ia jelaskan dalam catatan pinggir pada kitab Bahjatul â??Ulum. Media yang digunakan adalah mengamatan dan wawancara yang dilakukan secara langsung serta menggunakan daftar pustaka yang berkaitan dengan hal yang di teliti.
Untuk menganalisisnya, penulis menggunakan metode abduktif yang dikemukakan oleh Carlers Sanders Pierce. Abduktif adalah cara pembuktian yang memungkinkan hipotesis-hipotesis dibentuk, yang mana matode ini mencocokkan antara manuskrip satu dengan yang lainnya. Pada hal ini penulis mencocokkan sisa-sisa manuskrip yang telah ditemukan dengan kitab Bahjatul â??Ulum yang lengkap. Sedangkan ilmu bantu yang dugunakan adalah arkeologi, filologi, dan kodikologi yang membantu untuk mendeskripsikan dan untuk membaca manuskrip tersebut.
Hasil dari penelitian ini menyimpulkan, kitab Bahjatul â??Ulum pernah diajarkan oleh KH. Abdul Fattah pada masa awal-awal pesantren yang beliau dirikan dan pada masa penjajahan. Kitab Bahjatul â??Ulum ini berisi tentang sifat-sifat Allah, menurut KH. Abdul Fattah sebagai penganut ahlusunah maturidi menyatakan bahwa sifat-sifat Allah itu ada 13. Sedangkan pada ahlusunah asyaria menyebutkan sifat-siafat Allah itu ada 20. Berbeda lagi dengan aliran Muâ??tazilah yang mengungkapkan bahwa Allah itu tidak memilki sifat.