Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Ahmad Fanani (STUDENT ID : A02304013)
Ahwan Mukarrom (LECTURER ID : ..)
Subject
Budaya - Agama
Datestamp
2022-06-13 08:43:35
Abstract :
Keris merupakan benda leluhur yang memerlukan kelestarian tersendiri. Keris adalah senjata, sekaligus karya seni yang bernilai tinggi. Nilainya terletak pada keindahan bentuk dan bahan yang dipakai serta proses pembuatannya yang memerlukan waktu yang lama, ketekunan dan ketrampilan yang khusus. Dari karya sang empu, maka keris terbentuk melalui Pejetan (proses pembuatan dengan jari tangan) dan atau dengan panas api.
Berkenaan dengan hal tersebut, keris bagi sebagian masyarakat Islam Jawa menjadi bagian terpenting dalam kehidupannya. Misalnya dalam kaitannya dengan seni, budaya, ekonomi bahkan sebagai mata pencaharian. Maka adanya perubahan persepsi dalam sebuah keris sudah tentu ada dan menjadi fenomena tersediri bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat Islam Jawa di Trowulan.
Dengan kerangka inilah, melalui skripsi ini penulis mencoba melakukan pengkajian terhadap keris dalam masyarakat di Nusantara, khususnya yang terkandung dalam masyarakat Islam Jawa yaitu desa Trowulan meliputi: 1) Bagaimana deskripsi keris secara utuh ? 2)Bagaimana perubahan persepsi yang terjadi terhadap keris, khususnya dalam kehidupan masyarakat Islam Jawa Trowulan ?
Dalam menjawab rumusan masalah tersebut, penulis menggunakan pendekatan antropologi budaya yaitu Mengkaji tentang manusia dalam dimensi kebudayaan yang dimilikinya baik yang menyangkut bahasa, tulisan, kesenian, sistem pengetahuan, dan totalitas kehidupan manusia. Adapun langkah-langkah dalam menempuh penelitian ini adalah pengumpulan data, pengelolaan data, pengamatan dan deskripsi keris, interpretasi terhadap perubahan persepsi pada keris yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Islam Jawa di Trowulan.
Dari hasil penelitian penulis memaparkan bahwa: pertama keris merupakan senjata khas Jawa, namun tidak semua senjata dapat dikatakan sebagai keris. Penjelasan lebih lanjut terdapat pada halaman terakhir. Kedua perkembangan keris sangatlah mendorong dengan adanya perubahan kebudayaan dan masyarakat pendukungnya, sehingga terjadi perubahan persepsi terhadap keris tersebut, baik dalam nilai, kultur maupun kebudayaan.