Abstract :
Masyarakat yang mengenyam pendidikan agama Islam masih melaksanakan upacara kelahiran bayi. Adanya ketakutan akan malapetaka dan bencana yang mengancam keselamatan bayi menjadi motivasi utama masyarakat untuk melaksanakan upacara ini. Adapun tujuan skripsi ini yakni untuk menjawab pertanyaan: bagaimanakah pendidikan agama Islam masyarakat desa Kwangsan Sedati-Sidoarjo, bagaimana persepsi masyarakat berlatar belakang pendidikan agama Islam tentang primbon Jawa, dan bagaimanakah keterkaitan masyarakat berlatar belakang pendidikan agama Islam terhadap primbon Jawa terkait kelahiran bayi. Skripsi ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field Research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara data dianalisis dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi yang dipaparkan secara naratif. Berdasarkan analisis data, dapat diketahui bahwa pendidikan agama Islam masyarakat desa Kwangsan Sedati-Sidoarjo sudah baik. Terbukti dari munculnya kesadaran akan pentingnya pendidikan agama Islam. Selain itu, pendidikan agama Islam bukan sekedar dipandang sebagai doktrin keagamaan semata melainkan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Adapun persepsi masyarakat berlatar belakang pendidikan agama Islam tentang primbon Jawa yakni masih meyakini kebenaran primbon Jawa, akan tetapi tetap berpegang teguh pada ajaran Islam. Sementara keterikatan masyarakat berlatar belakang pendidikan agama Islam terhadap primbon Jawa terkait kelahiran bayi di desa Kwangsan Sedati-Sidoarjo dapat dilihat dari masyarakat masih banyak yang melaksanakan upacara kelahiran bayi. Pelaksaan upacara ini sebagai wujud rasa syukur atas anugerah Allah SWT yang berupa anak. Kegiatan dalam upacara kelahiran bayi diwarnai nilai-nilai Islam.