DETAIL DOCUMENT
Sosialisme religius di masa Orde Baru
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Agus Bakhron Falakhi (STUDENT ID : --)
Muslih Fuadie (LECTURER ID : )
Subject
Politik 
Datestamp
2020-03-27 08:38:53 
Abstract :
Tuntutan sosial dan humanisme yang tertangkap oleh agama yang mereka peluk akhirnya terefleksikan dalam partisipasi politik mereka di jaman kemerdekaan. Oleh Mc.Turner Kahin disebutnya sebagai religius sosialis. Demikian pula ketika masa pemerintahan Orde Lama, presiden Soekarno seringkali menyatakan bahwa sosialisme Indonesia adalah sosialisme religius. Dan apabila Pancasila dibandingkan dengan Declaration of Independent dan Manifesto Komunis, dengan yang pertama, Pancasila dijiwai oleh semangat keadilan sosia1 dan dengan yang kedua, Pancasila disublimir dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sedangkan pada masa Orde Baru, ketika menyampaikan pidato kenegaraan di depan dewan sidang DPR RI presiden Soeharto pernah melontarkan bahwa masyarakat Pancasila yang akan dibangun di bumi Indonesia adalah masyarakat yang sosialistis religius. Yakni masyarakat yang bersifat kekeluargaan dan bernafaskan keagamaan. Untuk sosialisme religius baik sebagai ide maupun istilah bukan suatu ha1 yang baru di Indonesia. Sejak perkembangan Sarikat Islam terutama setelah mengalami sentuhan dengan paham sosialisme Barat yang mengadakan infiltrasi ke dalam tubuh Sarikat Islam, Ide sosialisme religious mulai mendapatkan perumusan perumusan yang sistematis dan serius meskipun belum sepenuhnya memuaskan. Semangat dan cita-cita sosialisme religius akan dapat kita ketahui dengan mudah apabila kita melihat dasar konstitusi yaitu Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 terutama pasal 27, pasal 29, pasal 33 dan pasal 34. Hal ini juga dapat kita temukan pada kehidupan sosial kemasyarakatan, yaitu akar keagamaan yang melekat kuat dalam prilaku kehidupan sehari-hari. 
Institution Info

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL