Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Karyu Nantiani (STUDENT ID : A32207022)
Ali Mufrodi (LECTURER ID : .52.)
Subject
Sejarah dan Peradaban Islam
Datestamp
2022-06-15 07:53:49
Abstract :
Islam adalah agama yang memiliki pemeluk terbanyak di dunia. Dalam perkembangannya, Islam selalu mendapat cobaan dan rintangan dalam penyebarannya. Sekelompok muslim akan selalu mendapat cobaan dari lingkungan disekitarnya untuk bertahan dalam memperjuangkan agama dan budaya yang dimilikinya. Sehingga banyak terjadi kesalahpahaman dan ketidakcocokan dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, salah satu media untuk menghentikan kesalahpahaman pada suatu lingkungan diperlukan hubungan sosial antara umat beragama, sebagaimana judul skripsi ini Hubungan Etnis Uighur dan Etnis Han di Cina Tahun 1999-2011 (Studi Sejarah Sosial Keagamaan).
Judul skripsi tersebut, merupakan hasil penelitian kepustakaan yang bertujuan untuk memecahkan masalah tentang konflik, kerusuhan dan pemberontakan dilihat dari segi sosial keagamaan. Salah satu media yang digunakan adalah melalui pengamatan melalui media cetak dan visual, dan didukung dengan literatur yang relevan terhadap permasalahan tersebut.
Untuk menganalisisnya, peneliti menggunakan pendekatan metode Deduksi. Yang mana metode deduksi telah lebih dulu memahami topik yang telah ada lalu kemudian dicocokan kembali dengan yang ada di lapangan. Kemudian, peneliti menambahkan metode sosial keagamaan. Yang mana metode sosial keagamaan digunakan untuk menelaah masalah yang terjadi berdasarkan perbedaan agama dan budaya yang ada di masyarakat.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, etnis Uighur merupakan etnis muslim terbesar di Cina yang berasal dari wilayah Xinjiang. Berdasarkan kondisi alamnya, wilayah ini memiliki sumber alam yang berlimpah dan menjadi pusat perindustrian di Cina. Jika dari segi agamanya, di wilayah ini mayoritas penduduknya beragama Islam dan beretnis Turki-Uighur. Etnis Uighur adalah etnis muslim terbesar di Cina yang berasal dari Turkistan. Namun, setelah wilayah mereka masuk ke dalam negara Cina, banyak rintangan yang mereka hadapi untuk mempertahankan agama, identitas budaya dan lingkungan mereka dari tekanan pemerintah Cina yang menginginkan nasionalisme budaya, agama dan monokultural di negara Cina. Karena itu, etnis Uighur banyak melakukan pemberontakan, kerusuhan dan berkonflik dengan etnis mayoritas, Han, dan pemerintah pusat.
Menurut pandangan pemerintah Cina mengenai Islam dan para pemeluknya adalah Islam merupakan agama radikal dan para pemeluknya adalah teroris. Pengaruh akan peristiwa 11 September dan kecaman keras dari Amerika mengenai Islam, menjadikan pemerintah Cina phobia dan berusaha menghilangkan agama, budaya dan identitas etnis Uighur menjadi etnis dengan budaya, agama dan identitas asli Cina. Maka didirikanlah Shanghai Cooperative Organization untuk memburu kelompok-kelompok Uighur yang dicurigai memiliki rencana untuk melakukan tindakan terorisme di Cina.