Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Anis Istiqomah (STUDENT ID : --)
Juwairiyah Dahlan (LECTURER ID : .)
Subject
Kesusastraan Arab
Datestamp
2021-02-18 07:14:10
Abstract :
Judul tersebut telah menarik penulis karena beberapa hal. Pertama, Khalil Muthran merupakan sastrawan pada masa modern. Syi'ir-syi'ir karyanya mengandung makna yang tinggi, lafadz-lafadznya tidak sulit difahami oleh pembaca. Kedua, munculnya suatu karya sastra tidak lepas dari lingkungan, kejadian atau peristiwa yang terjadi di masyarakat karena sastra dan masyarakat itu saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Ketiga, penulis ingin menerapkan salah satu ilmu dan pengetahuan yang penulis miliki dalam bentuk yang lebih aplikatif supaya dapat diketahui sejauh mana pemahaman penulis dalam ilmu tersebut untuk kemudian dikembangkan di masa yang akan datang. Berdasarkan hal itu, dalam kesempatan ini penulis membahas mengenai (i).siapakah khalil muthran itu, (ii).apakah yang dimaksud dengan unsure-unsur ekstrinsik dalam katya sastra, (iii).dan apa saja unsur ekstrinsik yang mempengaruhi syi'ir Khalil Muthran. Berkenaan dengan pengkajian permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sastra obyektif yang berupa unsur ekstrinsik dengan teori sosiologi sastra. Yaitu penulis berusaha mencari faktor luar yang mempengaruhi pengarang dalam menulis syi'ir-syi'irnya dari sisi sosiologis yang meliputi keadaan sosial,ekonomi, politik dan budaya. Dalam penelitian ini disimpulkan 1. Khalil Muthran adalah sastrawan pada masa modern yang lahir di Lebanon tahun 1872 M, 2. Unsur-unsur ekstrinsik merupakan unsur luar yang mempengaruhi bangunan karya sastra, akan tetapi tidak menjadi bagian di dalamnya, 3. faktor mendasar yang mempengaruhi Khalil Muthran dalam menulis syi'ir-syi'irnya adalah kondisi politik, sosial, ekonomi dan budaya saat itu, ia tumbuh dan berkembang pada masa berkuasanya kerajaan Turki Ustmani yang pada saat itu dipimpin oleh Sultan Abdul Hamid II seorang pemimpin yang sangat otoriter dan diktator. Dan di beberapa syi'irnya ia menyeru kepada masyarakat Arab untuk memulai pembaharuan dan mengajak pada kebangkitan di segala bidang, hal ini sesuai dengan keadaan masyarakat pada waktu itu di saat masalah kemiskinan, buta huruf, anak terlantar, anak yatim semakin merajalela. Tema kemerdekaan, kebebasan dan persatuan yang diusung oleh Khalil Muthran ini secara umum bertujuan untuk membakar semangat rakyat, mencetuskan rasa cinta kepada tanah air dan berkorban segala-galanya untuk negara.