DETAIL DOCUMENT
Bimbingan dan konseling Islam dalam mengatasi frustasi seorang santri yang dipaksa orang tuanya mondok di Pondok Pesantren Babussalam di Desa Kalibening Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Sa'adah, Eka Henyyatul
Subject
Bimbingan Konseling 
Datestamp
2018-10-09 08:18:01 
Abstract :
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1.Bagaimana bentuk frustasi yang ditampakkan santri yang dipaksa orang tuanya mondok, 2.Bagaimana proses pelaksanaan bimbingan konseling islam dalam mengatasi frustasi seorang santri yang dipaksa orang tuanya mondok, 3. Bagaimana hasil pelaksanaan bimbingan konseling islam dalam mengatasi frustasi seorang santri yang dipaksa orang tuanya mondo, 3. Bagaimana bentuk frustasi yang ditampakkan seorang santri yang dipaksa orang tuanya mondok. Berdasarkan hal itu, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan frustasi seorang santri yang di paksa mondok orang tuanya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan dokumentasi lalu dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif deskripsi yaitu metode yang mendeskripsikan tentang proses pelaksanaan bimbingan konseling islam dalam mengatasi frustasi seorang santri yang dipaksa mondok orang tuanya dan hasil pelaksanaa bimbingan konseling islam dalam mengatasi frustasi seorang santri yang dipaksa mondok orang tuanya. Terapi yang akan digunakan oleh konselor pada masalah ini adalah untuk merubah pola pikir yang irrasional menjadi rasional dan menggunakan pendekatan rasional emotif. Adapun proses pelaksanaan bimbingan konseling islam dalam mengatasi frustasi yang dialami oleh seorang santri akibat paksaan yang diberikan orang tuanya untuk mondok, yaitu penelitian melakukan observasi dengan melihat lokasi penelitian dan peneliti juga melakukan wawancara kepada diri klien tentang maslaah yang dihadapinya yaitu frustasi yang disebabkan adanya paksaan orang tuanya untuk mondok. Hal ini membuat klien menjadi bingung dengan keadaannya sekarang karena klien menunjukkan rasa baktinya tapi tidak dengan cara seperti kakaknya yang lebih banyak diam dan tinggal di rumah setelah mondok. Di samping itu juga hasil pelaksanaan bimbingan konseling islam dalam mengatasi frustasi seorang santri akibat paksaan orang tuanya untuk mondok yaitu klien mengalami perubahan setelah klien mendapat konseling, yaitu pola pikir yang ditunjukkan oleh klien yang dulunya berfikir bahwa mondok akan mengekang dan akan dijauhi teman-temannya, dan juga akan memiliki sifat yang sama dengan kakaknya. Sekarang semuanya dirubah, dan klien memutuskan tetap tinggal di pondok karena klien merasa agak lega dengan keadaannya sekarang. 
Institution Info

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL