DETAIL DOCUMENT
Bimbingan konseling Islam dengan terapi Realitas dalam mengatasi perasaan bersalah: studi kasus seorang remaja yang membunuh bayinya di Banjarsugihan Tandes Surabaya
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Emma Juwita Sari (STUDENT ID : --)
Subject
Bimbingan Konseling 
Datestamp
2018-10-03 03:56:35 
Abstract :
Latar belakang permasalahan ini adalah perasaan bersalah yang dialami seorang remaja awal yang telah membunuh bayinya. Permasalahan ini perlu diteliti guna mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan dari perasaan bersalah itu sendiri. Sehingga setelah kita dapat mengetahui dampak yang ditimbulkan dari perasaan bersalah itu kita dapat melakukan proses koseling agar sedikit dapat mengurangi permasalahan yang dialami konseli. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana dampak perasaan bersalah pada seorang remaja yang membunuh bayinya di Banjarsugihan Tandes Surabaya?, (2) Bagaimana proses pelaksanaan Bimbingan Konseling Islam dengan terapi realitas dalam mengatasi perasaan bersalah seorang remaja yang membunuh bayinya di Banjarsugihan Tandes Surabaya?, (3) Bagaimana hasil pelaksanaan Bimbingan Konseling Islam dengan terapi realitas dalam mengatasi perasaan bersalah seorang remaja yang membunuh bayinya di Banjarsugihan Tandes Surabaya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dalam Penelitian lapangan ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus yang kemudian di analisa dengan menggunakan analisa diskriptif komparatif, sedangkan dalam pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Setelah data terkumpul data dianalisa, analisa yang dilakukan peneliti untuk mengetahui dampak perasaan bersalah, proses serta hasil pelaksanaan Bimbingan Konseling Islam Dengan Terapi Realitas Dalam Mengatasi Perasaan Bersalah Seorang Remaja Yang Membunuh Bayinya, dengan membandingkan pelaksanaan Bimbingan Konseling Islam dilapangan dengan teori pada umumnya, serta membandingkan kondisi konseli sebelum dan sesudah dilaksanakannya proses konseling. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa (1) dampak perasaan bersalah yang dialami seorang remaja yang membunuh bayinya adalah gelisah, was-was, takut akan hukuman, diam, sering menyendiri, susah tidur dan kurang nafsu makan. (2) Dalam pelaksanaan proses konseling, konselor mengunakan langkah identifikasi, diagnosa, prognosa, terapi (treatment), dan evaluasi (follow up). Serta dalam terapinya konselor mengunakan terapi realitas, dengan pendekatan ini diharapkan konseli dapat menghadapi kenyataan yang terjadi saat ini, serta dapat menilai tingkah lakunya sendiri secara realitas sehingga mampu bertanggung jawab. (3)Sedangkan hasil akhir dari proses konseling dalam penelitian ini cukup berhasil. Dapat dilihat dari hasil prosentase sebesar 71,4%, dengan adanya perubahan pada sikap atau perilaku konseli yang mulanya mengalami kurang baik menjadi baik. 
Institution Info

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL