Abstract :
Pembelajaran PKn khususnya pada materi globalisasi yang dilaksanakan di kelas IV MI Darul Ulum Medaeng Sidoarjo kurang melibatkan potensi dan peran siswa secara optimal. Hal ini mengakibatkan rendahnya prestasi belajar siswa karena siswa cenderung pasif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna. Menanggapi hal tersebut, maka dengan dilaksanakan pembelajaran model Jigsaw melalui penelitian tidakan kelas diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar PKn materi globalisasi pada siswa kelas IV MI Darul Ulum Medaeng Sidoarjo.
Permasalahan yang dikaji pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran Model Jigsaw mata pelajaran PKn pada siswa kelas IV MI Darul Ulum Medaeng Sidoarjo; (2) Bagaimana prestasi belajar siswa pada siswa kelas IV MI Darul Ulum Medaeng Sidoarjo; (3) Apakah pembelajaran Model Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar PKn pada siswa kelas IV MI Darul Ulum Medaeng Sidoarjo.Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui pelaksanaan pembelajaran Model Jigsaw mata pelajaran PKn pada siswa kelas IV MI Darul Ulum Medaeng Sidoarjo; (2) Mengetahui prestasi belajar siswa kelas IV MI Darul Ulum Medaeng Sidoarjo; (3) Mengetahui bahwa pembelajaran Model Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar PKn pada siswa kelas IV MI Darul Ulum Medaeng Sidoarjo.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, lembar pengamatan dalam kelompok, angket, tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Dari uraian diatas peneliti menyimpulkkan bahwa melalui pembelajaran model Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV MI Darul Ulum Medaeng Sidoarjo. Hal ini ditunjukkan dengan diketahui bahwa pada siklus I rata-rata kelas cukup baik dengan angka 78,87 dan prosentase kelulusannya mencapai 89,74%, besarnya prosentase ini sudah dikatakan baik tetapi perlu diadakan review ulang, agar memperoleh data yang maksimal, kita ketahui standar prestasi belajar seperti yang dijelaskan sebelumnya adalah mencapai 75%. Pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 93,07 atau dapat dikategorikan baik, begitu juga dengan prosentase prestasi belajar mencapai 92,30% dan angka tersebut termasuk kategori baik.