Abstract :
Kehadiran anak bagi sebagian orang sangat berharga, begitu pula kehadiran seorang bayi, yang kemudian tumbuh menjadi anak yang manis dan beranjak remaja, dawasa hingga nantinya tua. namun hal itu akan menjadi sangat berat dan sulit manakala masa perkembangan terhambat di usia anak-anak, dimana saat mereka dinyatakan Autis oleh dokter. Gangguan yang terjadi pada anak-anak yang mengganggu fungsi kognitif, emosi, dan psikomotorik, yang mana akan mengganggu anak-anak dalam berinteraksi, berkomunikasi, berbahasa dan berperilaku sehari-hari, itulah yang dinamakan Autis. Harapan orang tua seakan menguap dan yang tinggal hanya kegelisahan, ketakutan dan harapan semu akan masa depan anak. Namun hal tersebut tidak akan berlangsung lama saat orang tua mampu mencapai tahap acceptance (menerima)dan mencari keajaiban yang akan terjadi saat mereka berusaha dan berdoa. Anak akan tetap tumbuh manis, meski belum sempurna, namun dengan memperlakukan mereka dengan baik dan tepat, maka anak akan menunjukkan sikap yang baik dan manis, karena penerimaan yang baik dan perlakuan yang tepat akan membuat mereka bermakna. Because child is special. Karenanya subyek penelitian ini adalah orang tua yang mampu menerima kehadiran anak dan memperlakukan anak dengan tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi aktual secara rinci mengenai suatu gejala yang ada sesuai dengan variabel yang diteliti. dan Pengumpulan data menggunakan teknik trianggulasi, yaitu tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Dan tehnik yang dipakai adalah wawancara mendalam (in depth interview) yang didukung dengan observasi dan dokumentasi untuk mengetahui apakah orang tua dan keluarga menerima kehadiran anak autis dengan baik dan memperlakukan mereka dengan tepat.